Biofertilizer sebagai Agen Bioremediasi Residu Zinc (Zn) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pasca Aplikasi Pestisida Anorganik
Tiffa Kusuma Dewi, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Bioremediasi adalah teknik penguraian senyawa bersifat toksik menjadi tidak
toksik menggunakan organisme seperti tumbuhan.
Biofertilizer adalah pupuk yang
mengandung mikroorganisme hidup yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman
dan kualitas tanah. Penggunaan
pestisida anorganik pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens)
meninggalkan residu logam berat seperti Zn. Oleh karena itu, biofertilizer berperan
sebagai agen bioremediasi untuk mengatasi residu tersebut pada media tanam. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis
residu Zn pada tanaman cabai setelah aplikasi pestisida anorganik, menganalisis
respons fisiologis tanaman cabai rawit dengan penambahan biofertilizer,
dan menganalisis kandungan vitamin C pada buah cabai rawit. Penelitian
dilakukan di Stasiun Penelitian Karanggayam. Perlakuan terdiri dari aplikasi
biofertilizer dosis 10 L/ha, 15 L/ha, dan 20 L/ha serta kontrol.
Parameter yang diukur berupa parameter lingkungan (pH, suhu, intensitas cahaya,
dan kelembapan), tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil, kandungan superoxide
dismutase (SOD), kandungan Zn di tanah, serta kadar vitamin C pada buah
cabai. Kesimpulan penelitian ini, residu Zn pada media tanam pasca pestisida
anorganik dari 327,08 mg/kg turun sebesar 81,8% menjadi 59,57 mg/kg setelah aplikasi biofertilizer.
Respons tanaman pasca aplikasi biofertilizer meningkatkan tinggi
tanaman, jumlah daun, kadar klorofil, berat buah, dan kadar vitamin C. Namun,
pada aktivitas enzim SOD menunjukkan tanaman cabai tidak dalam kondisi
tercekam, namun pemberian biofertilizer mampu meningkatkan aktivitas
enzim SOD pada daun. Biofertilizer juga meningkatkan kadar vitamin C sebesar 58,17?ri 15,06 mg/L menjadi 23,82 mg/L pada
buah cabai rawit.
Bioremediation
is a technique of breaking down toxic compounds into non-toxic ones using
organisms such as plants. Biofertilizer is a biological fertilizer
containing living microorganisms to promote plant growth and improve soil
quality. Inorganic fungicides are used on cayenne pepper (Capsicum frutescens),
but they leave residues such as Zn metal, hence biofertilizers act as
bioremediation agents in post-inorganic pesticide media. The objective of this
research are to analyze zinc (Zn) residues in chili plant following the
application of inorganic pesticides, to assess the physiological responses of
cayenne pepper plant to biofertilizer application, and to analyze the vitamin C
content in the chili fruits. The research was conducted at Karanggayam Research
station. The treatments included biofertilizer application at 10 l/ha, 15 L/ha,
and 20 L/ha, as well as a control group. Measured parameters included
environmental factors (pH, temperature, light intensity, and humidity), plant
height, number of leaves, chlorophyll content, superoxide dismutase (SOD)
levels, Zn content in the soil, and vitamin C content in the chili fruits. The
conclusion of this study shows that Zn residue in the growing medium after
inorganic pesticide application decreased by 81.8%, from 327.08 mg/kg to 59.57
mg/kg, following biofertilizer application. The plant response after
biofertilizer application included increased plant height, leaf number,
chlorophyll content, fruit weight, and vitamin C levels. Although the SOD enzyme
activity indicated that the cayenne pepper were not under stress, the
application of biofertilizer still enhanced SOD activity in the leaves.
Biofertilizer also increased the vitamin C content by 58.17% from 15.06 mg/L to
23.82 mg/L in cayenne pepper fruit.
Kata Kunci : Biofertilizer, bioremediasi, C. frutescens, dan seng (Zn)