Analisis Embodied Energy Bangunan Menggunakan Data SPasial Google Earth dan QGIS: Studi Kasus pada 41 Bangunan di Kota Salatiga
Rahmanisa Hertalianee Susanto, Dr.Eng. Ir. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc., IPU.; Ir. Fadli Kasim, S.T., M.Sc., IPM.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Pembangunan infrastruktur terus
meningkat di berbagai daerah, termasuk di kota kecil seperti Salatiga. meskipun
embodied energy (EE), yaitu akumulasi energi dalam siklus hidup material
bangunan, dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan
pembangunan berkelanjutan, perhatian terhadap aspek ini masih sangat terbatas,
terutama di kota kecil. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran awal
mengenai kondisi EE pada bangunan di kawasan tersebut.
Penelitian dilakukan dengan tujuan
menganalisis nilai EE bangunan di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, dengan pendekatan
konservatif. Metode meliputi observasi lapangan, ekstraksi data spasial
menggunakan Google Earth Pro, serta
pengolahan data dengan QGIS. perhitungan dilakukan secara manual berdasarkan
volume material, densitas, dan faktor EE yang diperoleh melalui literatur. Bangunan
diklasifikasikan menurut fungsi untuk mengidentifikasi prioritas konservasi
energi.
Hasil penelitian menunjukkan variasi
nilai EE yang signifikan antar bangunan, dengan bangunan komersial bertingkat
memiliki nilai EE tertinggi. Strategi konservasi yang disarankan mencakup
efisiensi material, retrofit bangunan eksisting, dan penerapan teknologi ramah
lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Infrastructure
development continues to grow in various regions, including in smaller cities
like Salatiga. Although Embodied Energy (EE), defined as the total energy
accumulated throughout the life cycle of building materials, could serve as one
of the considerations in sustainable development decision-making, attention to
this aspect remains very limited, particularly in small cities. This study aims
to provide an initial overview of EE conditions in buildings within the area.
The
research was conducted with the goal of analyzing the EE values of buildings in
Tingkir District, Salatiga City, using a conservative approach. The methods
involved field observations, spatial data extraction with Google Earth Pro, and
data processing using QGIS. Calculations were carried out manually based on
material volume, density, and EE factors obtained from literature sources.
Buildings were classified according to their function in order to identify
priorities for energy conservation efforts.
The
findings reveal significant variations in EE values among buildings, with
multi-storey commercial structures showing the highest levels of EE.
Recommended conservation strategies include the use of energy-efficient
materials, retrofitting existing buildings, and the adoption of environmentally
friendly technologies to support sustainable development.
Kata Kunci : embodied energy, konservasi energi, pembangunan berkelanjutan