Laporkan Masalah

Analisis Peran Dosis Ozon dalam Kombinasi Aerasi dan Ozonisasi untuk Meningkatkan Filterability Sludge Studi Kasus Run-off Tambang Batu Bara

Firdanarestri Mahya Prabaningrum, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D. IPM

2025 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN

Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan air run-off tambang. Air run-off ini mengandung padatan tersuspensi (TSS), logam berat, dan senyawa organik yang dapat mencemari sumber air dan merusak ekosistem. Selain itu, pengolahan run-off air tambang menghasilkan sludge dengan filterability rendah yang menyulitkan proses dewatering, sehingga dipilihlah metode aerasi-ozonisasi sebagai tahap pengolahan air run-off. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dosis ozon dalam kombinasi proses aerasi-ozonisasi terhadap oxidation-reduction potential, pH, filterability sludge, dan penyisihan kekeruhan, serta menentukan dosis optimum ozon.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan lima variasi dosis ozon (1,2; 1,5; 2; 3; dan 6 g/L). Aerasi dilakukan menggunakan aerator elektrik dan generator ozon selama 60 menit, dilanjutkan dengan karakterisasi fisik-kimia awal dan akhir, pengukuran laju filtrasi, serta analisis kekeruhan. Data dianalisis secara deskriptif melalui tabel dan grafik, serta uji ANOVA satu arah untuk mengetahui pengaruh signifikan antar perlakuan (? = 0,05).

 

Hasil menunjukkan bahwa dosis ozon berpengaruh signifikan terhadap ORP dan pH (p < 0> filterability sludge dan kekeruhan. Dosis optimum 1,5 g/L pada sampel M4 memberikan peningkatan laju filtrasi sebesar 37,6?n penyisihan kekeruhan hingga 88,19%. Namun, seluruh sampel belum memenuhi baku mutu kekeruhan air higiene sanitasi (<3>run-off tambang yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Indonesia, as one of the world’s largest coal producers, faces significant challenges in managing mining runoff. This run-off typically contains suspended solids (TSS), heavy metals, and organic compounds, which degrade water quality and threaten ecosystems. Additionally, the treatment of mine run-off generates sludge with low filterability, which complicates the dewatering process; therefore, the aeration–ozonation method was chosen as the treatment stage for mining runoff water. This study aims to analyze the effect of varying ozone doses in the combined aeration–ozonation process on oxidation–reduction potential (ORP), pH, sludge filterability, and turbidity removal, and to determine the optimal ozone dose.

The research employed a laboratory experimental method using five ozone dosage variations (1.2; 1.5; 2; 3; and 6 g/L). Aeration was performed using an electric aerator and ozone generator for 60 minutes, followed by initial and final physic-chemical characterization, filtration rate measurement, and turbidity analysis. Data were analyzed descriptively (tables and graphs) and statistically using one-way ANOVA to determine significant differences among treatments (? = 0.05).

Results showed that ozone dosage significantly affected ORP and pH (p < 0>

Kata Kunci : aerasi, dosis, filterability, run-off batu bara, ozonisasi

  1. S1-2025-482628-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482628-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482628-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482628-title.pdf