Wilayah cakupan pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta
HARJANTO, Drs. Wahyu Widayat, M.Ec
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanAnalisis wilayah cakupan merupakan teori penting untuk membuat keputusan bisnis ritel. Dalam teori ini probabilitas kunjungan konsumen ditentukan oleh keluasan ruang belanja dan waktu tempuh ke pusat perbelanjaan. Pertanyaan/permasalahan dalam penelitian ini adalah bahwa untuk membuat keputusan investasi bisnis ritel pengusaha/investor membutuhkan informasi yang detail tentang persaingan bisnis ritel, namun demikian informasi dimaksud sangat minim karena di Yogyakarta belum pernah dilakukan analisis wilayah cakupan. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode riset perpustakaan dan metode kuisioner. Akumulasi data kemudian dianalisis dengan Huff Probability Formulation Model dan Elwood Modification Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan analisis Huff Probability Model tingkat probabilitas kunjungan konsumen ke pusat perbelanjaan ranking pertama diduduki oleh Ramai Department Store baru kemudian diikuti oleh pusat perbelanjaan lain di Yogyakarta. Dengan analisis Ellwood Modification Model maka Kawasan Pusat Perbelanjaan Malioboro mempunyai daya tarik 243% lebih besar dibandingkan dengan Kawasan Pusat Perbelanjaan Jalan Solo.
Catchment Area Analysis is the important theory to make investment decision of retail business. In this theory the consumer visit probability determines by retail space and driving time. The question that dealt with in this research is to make business investment decision entrepreneur need detail information about retail trade area competition and the need of retail business, but that‘s lack of information because the catchment area analysis has never done before. The data was collected with library research method and questionnaire method. Accumulation of the data was analyzed with Huff Probabilities Formulation Model and Ellwood Modification Model. It was concluded that Ramai Department Store has highest probabilities score than the others and Malioboro trade area has highest score (243 %) than Jalan Solo trade area
Kata Kunci : Investasi,Kawasan Perdagangan,Bisnis Ritel