Laporkan Masalah

Hak dan Kesehatan Reproduksi

Nur Elya Putri Mardiyaning Ayu, dr. Wika Hartanti, MIH. ; dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC., Sp. KKLP., Ph.D.

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Berdasarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) angka pernikahan dini di Indonesia adalah 20 : 1.000. Artinya, dalam 1.000 orang, terdapat 20 kasus pernikahan dini. Hasil SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) 2012 menunjukan bahwa 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki pada rentang usia 15-19 tahun belum memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang memadai. Literasi kesehatan penting bagi remaja untuk membangun persepsi mengenai kesehatan reproduksi. Eksplorasi literasi terkait hak kesehatan reproduksi menjadi hal yang sangat penting untuk pengetahuan dan motivasi untuk mengakses, memahami dan menerapkan informasi terkait kesehatan. Tujuan: Untuk mengeksplorasi literasi dan persepsi mahasiswa terkait pentingnya hak kesehatan reproduksi.

Metode: Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari hingga Februari secara kualitatif dengan cara Focus Group Discussion (FGD) bersama 20 subyek terpilih yang dibagi menjadi 4 kelompok disetiap kelompok terdiri 5 subyek melalui rekruitment teknik purposive sampling pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Analisis data yang akan digunakan adalah analisis tematik.

Hasil: Hasil penelitian dibagi menjadi 5 tema utama: knowledge, threats, access to information, perception, expectation. Mahasiswa umumnya memahami konsep dasar hak dan kesehatan reproduksi yaitu kebebasan dan batasan reproduksi. Faktor yang mempengaruhi yaitu faktor lingkungan dan orang tua, serta faktor pendukung lainnya yaitu teman sebaya, agama, dan pendidikan. Pendidikan formal penting untuk membentuk pola pikir mahasiswa. Informasi diperoleh melalui sosial media dan internet. Kurangnya pengetahuan berdampak pada risiko kehamilan tidak diinginkan (KTD) dan pernikahan dini. Persepsi mahasiswa tentang hak dan kesehatan reproduksi umumnya positif, meskipun topik ini masih dianggap tabu.

Kesimpulan: Mahasiswa memahami hak dan kesehatan reproduksi sebagai kebebasan yang disertai batasan untuk bereproduksi yang dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan orang tua. Persepsi mahasiswa terkait hak dan kesehatan reproduksi menunjukkan hal positif meskipun dianggap hal tabu.

Kata Kunci: eksplorasi literasi, hak kesehatan reproduksi, pernikahan dini, resiko kehamilan muda

Background: Based on the National Population and Family Planning Agency (BKKBN), the number of early marriages in Indonesia is 20: 1,000. This means that in 1,000 people, there are 20 cases of early marriage. The results of the 2012 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) showed that 35.3% of female adolescents and 31.2% of male adolescents in the 15-19 age range did not have adequate knowledge about reproductive health. Health literacy is important for adolescents to build perceptions about reproductive health. Exploration of literacy related to reproductive health rights is very important for knowledge and motivation to access, understand and apply health-related information.

Objective: To explore students' literacy and perceptions regarding the importance of reproductive health rights.
Method: This research was conducted from January to February qualitatively by means of Focus Group Discussion (FGD) with 20 selected subjects divided into 4 groups, each group consisting of 5 subjects through purposive sampling technique recruitment on students of Universitas Gadjah Mada. The data analysis that will be used is thematic analysis.

Result: The research findings are categorized into five main themes: knowledge, threats, access to information, perception, and expectation. Students generally understand the basic concepts of reproductive rights and health as involving both freedom and limitations. Influencing factors include the environment and parental influence, with additional support from peers, religion, and education. Formal education plays an important role in shaping students’ perspectives. Information is mainly obtained through social media and the internet. A lack of knowledge contributes to the risk of unwanted pregnancies and early marriage. Overall, students' perceptions of reproductive rights and health are positive, although the topic is still considered taboo.

Conclusion: Students perceive reproductive rights and health as the freedom to reproduce accompanied by certain limitations, influenced by environmental and parental factors. Their perceptions toward reproductive rights and health are generally positive, although the topic is still considered taboo.

Keywords: literacy exploration, reproductive health rights, early marriage, risk of young pregnancy.

Kata Kunci : eksplorasi literasi, hak dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini, resiko kehamilan muda

  1. S1-2025-477321-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477321-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477321-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477321-title.pdf