Kekuatan Tekan, Kekerasan Vickers, Konduktivitas Termal, dan Sifat Fisis Bahan Keramik Kaolin Berpori yang Dibuat dengan Serbuk Kayu Jati Ukuran 100 – 140 Mesh Sebagai Pore-Forming Agent (PFA)
Muhammad Faiz Al-Afkar, Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Isolator
termal merupakan material yang digunakan untuk menghambat perpindahan panas
dari satu tempat ke tempat lain. Isolator sangat penting dalam berbagai aplikasi
seperti industri, bangunan, sistem panas, dan perlindungan peralatan dari suhu
tinggi. Kinerja sebuah isolator ditentukan dari nilai dari konduktivitas termal
(thermal conductivity). Konduktivitas termal adalah kemampuan suatu
material dalam menghantarkan panas. Salah satu material yang digunakan sebagai isolator
termal adalah keramik berpori, yang termasuk ke dalam kategori advanced
ceramic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari porositas,
kekuatan tekan, dan konduktivitas termal dari keramik berpori kaolin dengan (pore-forming
agent) PFA serbuk kayu jati.
Penelitian
ini menggunakan kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O
atau Al2Si2O5 (OH)4) sebagai bahan
keramik dan serbuk kayu jati sebagai (pore-forming agent) PFA. Kaolin
dan serbuk kayu jati dicampurkan dengan fraksi massa serbuk kayu jati sebanyak
0, 2, 5, dan 10 %. Pembuatan spesimen dilakukan dengan metode uniaxial
pressing dengan tekanan 20 MPa dan di-sinter pada temperatur 1400°C
dengan laju pemanasan 10°C/menit dan ditahan 60 menit serta didinginkan secara
alami hingga mencapai suhu kamar. Spesimen dibuat dalam bentuk silinder dengan
diameter 15 mm dan 50 mm. Pengujian yang dilakukan adalah pengamatan struktur
mikro dengan mikroskop stereo, porositas, densitas, susut bakar massa
dan volume, kekuatan tekan, kekerasan Vickers dan konduktivitas termal.
Dari
penelitian yang dilakukan pada keramik kaolin berpori dengan PFA (pore-forming
agent) serbuk kayu jati dengan komposisi 0, 2, 5, dan 10 % massa serbuk
kayu jati, diperoleh bahwa persentase massa serbuk kayu jati yang ditambahkan pada
keramik kaolin berpori mempengaruhi nilai dari porositas, densitas, susut bakar
massa dan susut volume. Sedangkan pesentase porositas mempengaruhi nilai kekuatan
tekan, kekerasan Vickers dan konduktivitas termal dari keramik kaolin
berpori. Spesimen dengan nilai porositas tertinggi adalah spesimen K40KJ60
dengan persentase fraksi massa PFA 10% yaitu sebesar 58,53% sedangkan yang
terendah adalah spesimen K100KJ0 dengan fraksi massa PFA 0% yaitu sebesar
14,12%. Selanjutnya untuk pengujian densitas, spesimen dengan densitas aktual
terbesar adalah spesimen dengan fraksi massa PFA 0% yaitu sebesar 2,54 g/cm3
sedangkan yang terendah adalah spesimen dengan fraksi massa PFA 10% yaitu
sebesar 1,23 g/cm3. Untuk nilai kekuatan tekan, spesimen dengan
nilai kekuatan tekan tertinggi adalah spesimen dengan porositas 14,1% yaitu
sebesar 51,06 MPa sedangkan yang terendah adalah spesimen dengan porositas 58,5%
yaitu sebesar 16,50 MPa. Untuk nilai kekerasan Vickers, spesimen dengan
kekerasan Vickers tertinggi dimiliki oleh spesimen dengan porositas
14,1% yaitu sebesar 330,90 HV sedangkan yang terendah adalah spesimen dengan porositas
58,5% yaitu sebesar 99,09 HV. Untuk pengujian konduktivitas termal, spesimen
dengan nilai konduktifitas termal tertinggi adalah spesimen dengan porositas 14,1%
yaitu sebesar 3,4 Watt/m°C sedangkan yang terendah adalah spesimen dengan
porositas 58,5% yaitu sebesar 0,59Watt/m°C.
Thermal
insulators are materials used to prevent the transfer of heat from one place to
another. They are essential in various applications such as industrial systems,
buildings, heating systems, and the protection of equipment from high
temperatures. The effectiveness of a thermal insulator is primarily determined
by its thermal conductivity, which indicates a material’s ability to conduct
heat. One such material used as a thermal insulator is porous ceramic,
classified as an advanced ceramic. This study investigates the porosity,
compressive strength, and thermal conductivity of porous kaolin ceramics using
teak wood powder as a pore-forming agent (PFA).
Kaolin
(Al?O?·2SiO?·2H?O or Al?Si?O?(OH)?) was used as the base material, and teak
wood powder was added in weight fractions of 0%, 2%, 5%, and 10%. The specimens
were prepared using uniaxial pressing at 20 MPa, sintered at 1400°C with a
heating rate of 10°C/min, held for 60 minutes, and cooled naturally to room
temperature. Cylindrical specimens were formed with a diameter of 15 mm and a
height of 50 mm. The samples were tested for microstructure (using a stereo
microscope), porosity, density, firing shrinkage (mass and volume), compressive
strength, Vickers hardness, and thermal conductivity.
The results
showed that increasing the amount of teak wood powder significantly affected
the physical and mechanical properties of the porous kaolin ceramics. The
highest porosity (58.53%) was observed in the specimen with 10% PFA, while the
lowest (14.12%) was found in the specimen without PFA. The highest density
(2.54 g/cm³) was recorded for the specimen with 0% PFA, and the lowest (1.23
g/cm³) for the specimen with 10% PFA. The highest compressive strength (51.06
MPa) and Vickers hardness (330.90 HV) were found in the specimen with 14.1%
porosity, while the lowest compressive strength (16.50 MPa) and hardness (99.09
HV) were recorded in the specimen with 58.5% porosity. Thermal conductivity
also decreased with increasing porosity, with values ranging from 3.4 W/m·°C
(0% PFA) to 0.59 W/m·°C (58.5% porosity).
Kata Kunci : Kata Kunci: isolator termal, keramik berpori, pore-forming agent (PFA), serbuk kayu jati, sinter, uniaxial pressing, uji kekuatan tekan, uji kekerasan Vickers, uji konduktivitas termal,hermal insulator, porous ceramics, pore-forming agent (PFA), teak wood