Laporkan Masalah

RESILIENSI RUMAH TANGGA PADA KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) GUNUNG MERAPI DI DESA HARGOBINANGUN DAN DESA UMBULHARJO KABUPATEN SLEMAN

Dipa Adiningrum, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi merupakan wilayah dengan tingkat risiko tinggi akibat letusan gunung api yang bersifat periodik. Kondisi ini menuntut penduduk yang bermukim di dalamnya untuk memiliki kemampuan bertahan dan beradaptasi terhadap berbagai ancaman bencana. Resiliensi rumah tangga menjadi kunci penting dalam pengurangan risiko bencana dan mendukung keberlanjutan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat resiliensi rumah tangga di wilayah KRB III Gunung Merapi serta menganalisis dan mengeksplorasi faktor-faktor yang membentuk dan memengaruhinya. Lokasi penelitian mencakup dua desa yang mewakili karakteristik kawasan risiko tinggi, yakni Desa Umbulharjo dan Desa Hargobinangun.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang diperkaya dengan pendekatan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 72 responden (masing-masing 36 dari setiap desa) dan dianalisis menggunakan teknik uji komparasi, uji korelasi, dan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam kepada kepala RT dan RW untuk memperkuat serta memperdalam hasil kuantitatif. Resiliensi rumah tangga dianalisis melalui empat konstruk utama, yaitu karakteristik rumah tangga, faktor struktural, faktor sosial, dan faktor lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi rumah tangga di kedua desa tergolong dalam kategori sedang, dengan kontribusi dominan berasal dari faktor sosial dan karakteristik rumah tangga. Selain itu, kesiapsiagaan dan kemampuan adaptasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan resiliensi. Fenomena maladaptasi ditemukan di Desa Hargobinangun, sehingga diperlukan strategi pengurangan risiko bencana yang lebih efektif, efisien, dan implementatif di kawasan Gunung Merapi.


The Disaster-Prone Area (KRB) of Mount Merapi is a high-risk region that is frequently exposed to periodic volcanic eruptions. This condition requires residents to develop the capacity to withstand and adapt to recurring disaster threats. Household resilience plays a crucial role in disaster risk reduction and supports sustainable development efforts. This study aims to assess the level of household resilience in the KRB III zone of Mount Merapi, as well as to analyze and explore the key factors that shape and influence resilience. The research was conducted in two villages representing high-risk zones: Umbulharjo and Hargobinangun.

A quantitative approach was employed and complemented by qualitative methods. Quantitative data were collected from 72 respondents (36 from each village) and analyzed using comparative tests, correlation analysis, and Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). Qualitative data were gathered through in-depth interviews with neighborhood and community leaders (RT/RW) to enrich and validate the quantitative findings. Household resilience was examined based on four main constructs: household characteristics, structural factors, social factors, and environmental factors.

The findings indicate that household resilience in both villages falls into the moderate category, with the greatest contributions coming from social factors and household characteristics. Preparedness and adaptive capacity were also found to significantly enhance resilience levels. Maladaptive behaviors were observed in Hargobinangun Village, indicating the need for more effective, efficient, and actionable disaster risk reduction strategies in the Mount Merapi region.


Kata Kunci : Resiliensi rumah tangga, kawasan rawan bencana, Gunung Merapi, kesiapsiagaan, adaptasi, maladaptasi, SEM-PLS.

  1. S1-2025-480417-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480417-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480417-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480417-title.pdf