PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK APLIKASI ANALISIS RISIKO PADA MANAJEMEN PERAWATAN UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PERAWATAN MESIN
Putu Fransisca Paristiawati , Ir. Hari Agung Yuniarto, M.Sc., Ph.D, IPU. ASEAN Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIKontinyuitas proses dan produktivitas merupakan hal yang penting bagi kelangsungan perusahaan. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan perawatan pada fasilitas produksi, dalam hal ini adalah komponen mesin. Namun sayangnya, pekerjaan perawatan diasosiasikan secara negatif oleh sebagian besar perusahaan (Bagadia, 2008). Menurut survey (Kusuma, 2005), 33% dari biaya perawatan terbuang sia-sia sebagai hasil dari kegiatan perawatan yang tidak tepat atau tidak perlu. Penelitian ini menggunakan suatu konsep analisis risiko yang diterapkan pada manajemen perawatan yang mampu menghasilkan prioritas perawatan. Secara umum, konsep ini terdiri atas identifikasi risiko, penilaian risiko, dan evaluasi risiko. Dalam konsep ini, risiko merupakan perkalian dari probabilitas kegagalan dengan konsekuensi kegagalan yang terjadi. Konsep tersebut dapat mengidentifikasi adanya komponen kritis yang harus didahulukan dalam proses perawatan dan menghindari pekerjaan perawatan yang tidak perlu. Dalam penelitian ini juga, dibuat suatu perangkat lunak yang menerapkan konsep tersebut. Perangkat lunak ini dibuat untuk mengakomodir kebutuhan user dalam pencarian informasi berupa prioritas perawatan mesin-mesin yang kritis. Informasi inilah yang nantinya akan digunakan user, dalam hal ini pihak manajemen, untuk selanjutnya melakukan strategi perawatan yang sesuai sehingga pekerjaan perawatan menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus di PT. Coca-Cola Amatil Semarang. Hasil dari penelitian ini berupa perangkat lunak yang diberi nama SWARABAMA (Software Application Risk Based Maintenance). Hasil validasi akhir menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dibuat mampu merepresentasikan keadaan yang sebenarnya di lapangan yaitu mesin Filler memiliki risiko tertinggi dan prioritas perawatan ada pada mesin Filler dan Conveyor karena kedua mesin tersebut memiliki indeks risiko yang tinggi yang setelah dikumulatifkan, nilainya kurang dari 80% yaitu 77,306%.
Kata Kunci : Risiko, manajemen, perawatan, perangkat lunak, SWARABAMA