Kajian Desain Dinding Penahan Tanah pada Tanah Clay Shale (Studi kasus: Proyek Pembangunan Jalan Seksi 6C-1:SP.3 ITCI Simpang 1B Sumbu Kebangsaan Timur KIPP)
Wynne Fiorentina, Prof. Dr. es.sc.tech. Ir. Ahmad Rifa'i, MT., IPM., ASEAN.Eng
2025 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Proyek Pembangunan Jalan Seksi 6C-1:SP.3 ITCI Simpang
1B Sumbu Kebangsaan Timur KIPP di Kabupaten Penajem Paser Utara, Provinsi
Kalimantan Timur membangun konstruksi dinding penahan tanah kantilever
sepanjang 100 m. DPT ini berfungsi melindungi lereng timbunan tanah dari
potensi rembesan yang berasal dari embung yang direncanakan pada Sub BWP 1B-1C.
Lokasi proyek didominasi oleh tanah jenis clay shale, yang dikenal
memiliki sifat mudah melapuk akibat paparan udara maupun air. Karakteristik ini
menjadikan clay shale menarik untuk diteliti lebih lanjut dari aspek
geoteknik khususnya tentang pengaruh pelapukannya terhadap stabilitas struktur.
Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas dan kapasitas dukung dinding
penahan tanah serta memberikan rekomendasi penulangan dan penjadwalan
konstruksi.
Struktur
dinding penahan tanah terdiri atas dinding, pelat dinding, dan tiang bor dengan
diameter 0.8 meter dan panjang 15.7 meter.Kajian
ini mengintegrasikan tiga bidang keilmuan teknik sipilm yaitu geoteknik,
struktur, dan manajemen konstruksi. Dari sisi geoteknik, dilakukan analisis
stabilitas berdasarkan SNI 8460:2017 dan perhitungan kapasitas dukung tiang bor
menggunakan metode Reese & O’Neill (1989). Dari sisi struktur, analisis
kebutuhan tulangan dilakukan berdasarkan SNI 2847:2019. Dari sisi manajemen
konstruksi, kajian ini mencakup penjelasan metode pelaksanaan berdasarkan
konstruksi di lapangan dan rekomendasi penjadwalan konstruksi dengan metode Precedence
Diagram Method (PDM) dan Microsoft Project. Hasil uji Standard
Penetration Test (N-SPT) menghasilkan data tanah, sementara interpretasi
Google Earth Pro dan Global Mapper memberikan data kontur. Muka air tanah
teridentifikasi berada dalam kedalaman 5.2 meter.
Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor keamanan terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah masing-masing adalah 2.09, 3.46, dan 10.81, yang telah memenuhi kriteria desain. Pemodelan numerik dengan Plaxis 2D menunjukkan faktor keamanan sebesar 1.515 pada kondisi statis dan 1.411 pada kondisi seismik yang juga masih memenuhi kriteria desain. Rekomendasi penulangan mencakup penggunaan tulangan vertikal dan horizontal D14-150 pada bagian dinding, tulangan longitudinal D14-150 dan tulangan transversal D24-150 pada bagian pelat . Perencanaan penjadwalan pelaksanaan konstruksi berlangsung selama 52 hari.
In the
Road Construction Project Section 6C-1: SP.3 ITCI Simpang 1B Sumbu Kebangsaan
Timur KIPP, located in Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan Province, includes
the construction of a 100 meter long cantilever retaining wall. This structure
is designed to protect the embankment slope from potential seepage originating
from the planned retention pond in Sub-BWP 1B-1C. The project site is
predominantly composed of clay shale, a soil type known for its susceptibility
to weathering when exposed to air or water. These characteristics make clay
shale an important subject for further geotechnical study, particularly
regarding how its weathering affects structural stability. This study aims to
evaluate the stability and bearing capacity of the retaining wall and provide
recommendations on reinforcement design and construction scheduling.
The
retaining wall structure consists of the wall, wall footing, and bored piles
with a diameter of 0.8 meters and a length of 15.7 meters. This study integrates
three civil engineering disciplines: geotechnical, structural, and construction
management. From the geotechnical perspective, a stability analysis was
conducted based on SNI 8460:2017, and the bearing capacity of bored piles was
calculated using the Reese & O’Neill (1989) method. Structurally, the
reinforcement requirements were analyzed in accordance with SNI 2847:2019. From
the construction management standpoint, the study includes an explanation of
construction methods based on field practices and provides construction
scheduling recommendations using the Precedence Diagram Method (PDM) and
Microsoft Project. Soil data were obtained through the Standard Penetration Test
(N-SPT), while contour data were derived from interpretations using Google
Earth Pro and Global Mapper. The grounwater was identified at a depth of 5.2
meters.
The
analysis results show safety factors against overturning, sliding, and bearing
capacity of 2.09, 2.46, and 10.81 respectively, all of which meet the design
requirements. Numerical modeling using Plaxis 2D yielded safety factors of
1.515 under static conditions and 1.441 under seismic conditions.
Reinforcements recommendations includes D12-150 and D24-150 for the wall and
slab components. The construction schedule estimated a total duration of 52
days.
Kata Kunci : dinding penahan tanah, tiang bor, clay shale, Plaxis 2D, stabilitas lereng