Laporkan Masalah

The Notion of Multinational Corporations as Agents and Actors: Toyota in the Asian Region

Eryl Rafael Sakka Payangan, Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Mutiah Setyawati, M.A.; Yulida Nuraini Santoso, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini mengkaji ulang logika perilaku perusahaan multinasional (MNC) dengan menantang klasifikasi biner tradisional yang memposisikan MNC semata-mata sebagai aktor atau agen. Melalui studi terhadap perilaku Toyota di kawasan Asia, tesis ini mengkritik kerangka biner dari teori hubungan internasional (HI) populer yang mengasumsikan bahwa MNC sepenuhnya merupakan aktor independen tanpa pengaruh negara, atau sebaliknya, sebagai agen yang bertindak sebagai instrumen negara-bangsa. Dengan menggunakan kerangka Complex Interdependence, tesis ini bergerak melampaui kerangka biner dan mengusulkan pemahaman berbasis spektrum terhadap logika perilaku MNC yang mencerminkan sifatnya yang cair dan bergantung pada konteks.Melalui kerangka pengkodean yang dibagi ke dalam tiga kategori —aktor, agen, dan hibrida— tesis ini menawarkan sebuah model yang memvisualisasikan perilaku korporat berdasarkan tingkat otonomi dan kolaborasi mereka dengan negara, menggunakan data empiris yang telah dikodekan. Kerangka pengkodean ini akan diterapkan dalam dua konteks berbeda di Asia: perilaku Toyota selama pandemi COVID-19 dan perilaku Toyota dalam industri kendaraan listrik.Hasilnya menunjukkan bahwa alih-alih hanya memiliki karakteristik aktor atau agen, Toyota juga mampu menunjukkan perilaku hibrida dalam berbagai bentuk —baik yang bersifat otonom sekaligus kolaboratif, maupun yang bergantung dan bersifat konflikual. Dengan demikian, tesis ini menawarkan pendekatan yang berbeda dalam memahami perilaku MNC di luar kerangka negara-sentris, dengan mengakui bahwa peran mereka bersifat relasional, dinegosiasikan, dan bergantung pada konteks, bukan peran yang tetap. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam dan dinamis terhadap relasi MNC-negara dalam ekonomi politik internasional.

This thesis reexamines the behavioural logic of multinational corporations (MNC) by challenging the traditional binary classification of MNC as just actor or agent. Through studying Toyota’s behaviour in the Asian region, the thesis critiques the binary framework from mainstream international relations (IR) theories that wholly assumes MNC as either only fully independent actor devoid of state’s influence or agent acting as instruments of nation-states. Drawing upon the Complex Interdependence framework, this thesis moves beyond the binary framework to argue for a spectrum-based understanding of MNCs behavioural logic that captures its fluidity and context-dependent nature. Through the use of a coding framework that is divided into three categories —actor, agent, and hybrid— this thesis proposes a model that visualizes corporate behaviours based on their level of autonomy and collaboration with the state from the coded empirical data. The coding framework will be applied under two different contexts in Asia, Toyota during the COVID-19 pandemic and Toyota's behaviour in the electric vehicles industry. Revealing that rather than just actor or agent traits, Toyota are also capable of exhibiting hybrid behaviours in multiple forms, be it autonomous and collaborative or dependent and conflictual. Thus, this thesis offers a different approach in understanding MNCs behaviours beyond state-centric frameworks, that acknowledges their roles to be relational, negotiated and context-dependent rather than a fixed role. Enabling a more in-depth and dynamic understanding of MNC-state relations in international political economy.

Kata Kunci : mnc, corporate power, international political economy, asia, international politics

  1. S1-2025-472709-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472709-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472709-title.pdf