Penggunaan Kerangka Hybrid Dengan Basis Machine Learning Sebagai Metode Prediksi Critical Heat Flux
MUHAMMAD IHSAN FADHILAH, Dr. Dwi Satya Palupi, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | FISIKA
Sistem reaktor
nuklir perlu memiliki desain aman agar terhindar dari kerusakan fatal yang
membahayakan. Salah satu penyebab kerusakan pada sistem reaktor dapat terjadi
ketika adanya peningkatan suhu secara drastis di pendingin reaktor karena telah
melewati batas critical heat flux (CHF). Critical heat flux dapat
dikatakan sebagai keadaan saat koefisien perpindahan panas turun secara
signifikan. Salah satu pedekatan yang menjanjikan untuk memprediksi nilai CHF
ialah dengan menggunakan model hybrid. Pada penelitian ini digunakan model
hybrid yang merupakan gabungan antara model domain knowledge (DK)
dan machine learning (ML). Domain knowledge digunakan sebagai
dasar prediksi awal (baseline)
selanjutnya dicari residual antara prediksi dengan hasil aktual dan model machine
learning akan melakukan pelatihan berdasarkan data tersebut untuk mendapatkan
prediksi akhir. Hasil penelitian ini didapatkan model dengan akurasi lebih
tinggi dibandingkan dengan model standalone domain knowledge (DK)
yaitu model LUT + RF dengan nilai rRMSE sebesar 0,13-0,14 dan model LUT + NN
dengan nilai rRMSE sebesar 0,24-0,26.
Nuclear reactor
systems must be designed with robust safety measures to prevent hazardous
catastrophic failures. One potential cause of damage to reactor systems arises
when the reactor coolant temperature escalates drastically, exceeding the
critical heat flux (CHF) limit. The critical heat flux is characterized by a
significant drop in the heat transfer coefficient. A promising approach for
predicting CHF values involves the use of a hybrid model. In this study, a
hybrid model is employed by integrating domain knowledge (DK) with machine
learning. The domain knowledge serves as the baseline for the initial
prediction, after which the residual between this baseline prediction and the
actual data is calculated. The machine learning model is then trained on the
residual data to generate the final prediction. The final result of this study
is a model with higher accuracy compared to the standalone domain knowledge
(DK) model, indicated by a relative Root Mean Square Error (rRMSE) value of
0.13-0.14 for the Look-Up Table and Random Forest (LUT + RF) model and
0.24-0.26 for the Look-Up Table and Neural Network (LUT + NN) model.
Kata Kunci : critical hear flux, domain knowledge, machine learning, model hybrid