Patogenesitas SpltMNPV pada Spodoptera exigua
Desti putri Ani, Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.
2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Spodoptera litura
Multi Nucleopolyhedrovirus (SpltMNPV) merupakan virus entomopatogen NPV yang
berpotensi sebagai bioinsektisida untuk pengendalian hama Spodoptera exigua.
Proses infeksi NPV pada serangga inang melalui sistem oral sehingga bioassay
ke dalam pakan buatan menjadi alternatif yang relevan. Penelitian ini bertujuan
untuk uji patogenesitas NPV berdasarkan stadium larva dan konsentrasi yang
digunakan, serta untuk mengetahui laju mortalitas dan distribusi Polyhedral
Inclusion Bodies (PIB) pada jaringan yang terinfeksi. Perlakuan terdiri
dari tiga kelompok, yaitu: (1) suspensi NPV tunggal, (2) kombinasi suspensi NPV
dan Entomopoxvirus (EPV), dan (3) kontrol negatif dengan penambahan aquadest
steril. Konsentrasi yang diuji meliputi 4,3 × 10³ hingga 4,3 × 10? PIB/ml, dan
pengujian dilakukan pada larva instar 2 dan instar 4. Pengamatan dilakukan
hingga tercapainya LC?? (Lethal Concentration 50%) dan LT?? (Lethal
Time 50%), dengan rentang waktu observasi dari 24 jam hingga fase prepupa. Distribusi PIB diamati pada jaringan
yang terinfeksi, termasuk trakea, hemosit, malpighi, dan jaringan lemak. Hasil
analisis probit menunjukkan bahwa konsentrasi 4,3 × 10? PIB/ml dan 4,3 × 10?
PIB/ml dengan waktu 121 hingga 245 jam setelah inokulasi (JSI) merupakan
perlakuan paling efektif dalam mencapai 50% mortalitas. Selain itu, jumlah PIB
per gram di setiap jaringan bervariasi tergantung pada konsentrasi dan umur
larva, adapun dari hasil menunjukkan larva instar 4 yang diinokulasi dengan
konsentrasi 4,3 × 10? PIB/ml menghasilkan jumlah PIB tertinggi. NPV efektif
dalam dijadikan alternatif bioinsektisida.
Spodoptera litura Multi Nucleopolyhedrovirus (SpltMNPV) is an entomopathogenic virus of NPV with potential use as a bioinsecticide for controlling Spodoptera exigua, a major pest in agriculture. Understanding its pathogenicity at different larval stages and concentrations is essential for optimizing its application. This study evaluated the pathogenicity of NPV through oral infection using artificial diet bioassays. Treatments included NPV alone, a combination of NPV and Entomopoxvirus (EPV), and a negative control (sterile distilled water). Eight PIB concentrations (4.3 × 10³ to 4.3 × 10? PIB/ml) were tested on 2nd and 4th instar larvae. Observations continued until LC?? (Lethal Concentration 50%) and LT?? (Lethal Time 50%) endpoints were reached. PIB distribution was assessed in trachea, hemocytes, malpighian tubules, and fat body tissues. Probit analysis showed that the concentrations of 4.3 × 10? and 4.3 × 10? PIB/ml were the most effective, achieving 50% larval mortality between 121–245 hours post-inoculation. The number of PIBs per gram of tissue varied based on larval instar and viral concentration. The highest PIB yield was found in 4th instar larvae treated with 4.3 × 10? PIB/ml. NPV is effective in inducing mortality in S. exigua larvae, with pathogenicity influenced by larval stage and PIB concentration. These findings support the potential use of NPV as a targeted biocontrol agent.
Kata Kunci : Spodoptera exigua, Nucleopolyhedrovirus, Entomopoxvirus non-genetik, instar, kosentrasi, Polyhedral Inclusion Bodies