Laporkan Masalah

Efektivitas pelaksanaan program pelatihan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua :: Studi kasus pada Balai Latihan Kerja Industri

NAA, Djoni, Prof.Dr. Warsito Utomo

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui Sejauhmana Efektivitas Pelaksanaan Program Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua melalui Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) dan sekaligus untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Efektivitas Pelaksanaan Program Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BLKI dapat dilihat dari Produktivitas, Fleksibilitas/kemampuan beradaptasi, dan Kepuasan Kerja yang ternyata masih belum optimal. Hal itu dapat dilihat dari belum adanya perumusan program pelatihan ketrampilan yang akurat dan berkesinambungan, belum adanya koordinasi program dan penyelenggaraan pelatihan yang berkesinambungan dari setiap fungsi/seksi dalam organisasi, masih adanya duplikasi fungsi pelaksanaan program pelatihan dan pemagangan dengan unit lain, serta belum adanya masukan bagi perbaikan penyelenggaraan program pelatihan dan pemagangan. Setelah dianalisa ternyata ditemui empat faktor penyebab yang mempengaruhi efektivitas UPTD BLKI dalam melaksanakan fungsi-fungsinya : (a) sumber daya manusia secara kuantitatif masih kurang dan secara kualitatif kemampuan penguasaan perencanaan program, penyelenggaraan pelatihan dan pemagangan, pelaksanaan pemasaran, serta pengelolaan sarana dan prasarana pelatihan belum ada upaya mengoptimalkan pemanfaatan pegawai; (b) Dalam hal struktur organisasi dalam pendekatan manajemen ditemui bentuk yang sangat mekanistik sehingga segala sesuatunya sangat tergantung pada manajemen puncak (sangat sentralistik) serta tidak jelas jaringan kerja secara horizontal; (c) Lingkungan internal dan eksternal belum sepenuhnya mendukung terlaksananya fungsi-fungsi pelaksanaan pelatihan ketrampilan kerja; dan (d) Belum sepenuhnya dipahami mengenai fungsi kepemimpinan yang memiliki peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Berdasarkan temuan empat faktor tersebut diatas, maka Rekomendasi yang diajukan adalah : (a) perlu ditingkatkan kemampuan profesionalisme dari personilnya secra sistematis melalui suatu program pendidikan dan pelatihan ketrampilan teknis yang secara langsung dapat memberikan dukungan bagi pelaksanaan fungsi-fungsi UPTD BLKI. Demikian pula dari segi kuantitas perlu ditingkatkan personilnya apabila disesuiakan dengan perkembangan organisasi untuk menjadi pusat pelatihan ketrampilan dan Tempat Uji Kompetensi (TUK); (b) perlunya pengkajia n ulang terhadap struktur organisasi yang saat ini terbukti kurang efektif, dan perlu memperbaiki manajemennya yang mekanistik menjadi organik sehingga memungkinkan UPTD BLKI memiliki kewenangan yang jelas untuk mendukung koordinasi agar dapat mengintegrasikan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan kerja yang tidak padu; (c) Perlu adanya penetapan persyaratan dan tim seleksi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Penetapan persyaratan ini selain untuk menjaga obyektivitas pemilihan perserta pelatihan ketrampilan yang tepat agar efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pelatihan ktrampilan kerja diharapkan dapat sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja; dan (d) Perlunya peningkatan pelaksanaan SK Gubernur Propinsi Irian Jaya Nomor 141 Tahun 2001 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja UPTD BLKI melalui kegiatan reorientasi untuk mendorong terlaksananya tugas pokok dan fungsi UPTD BLKI secara optimal. Hal ini pada akhirnya akan berpengaruh terhadap peran kepemimpinan sebagai interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan

This study aims at identifying How far the ineffectiveness of the training implemented by the Man Power Office of Papua Province effectively implemented the training programs through the Industrial Work Training Agency (BLKI) as well as to identify the affecting factors. The ineffectiveness of the training implemented by the Man Power Office of Papua Province through the Technical Implementer Unit of the Industrial Work Training Agency (UPTD BLKI) can be seen from the low productivity, low flexibility / adaptability, and low job satisfaction. This is reflected in the lack of accurate and sustainable training formulation, lack of program coordination and sustainable training by each function or section in the organization, duplication of training and internship program implementation with other units, as well as feedback for the improvement of the training and internship program implementation. The analysis suggested that there are four factors that affect the effectiveness of the UPTD BLKI in implementing the functions: (a) quantitatively and qualitatively low human resources in understanding the program planning, training and internship implementation, marketing, management of training equipment and infrastructure, and employee optimization; (b) mechanistic organizational structure and management approach where everything is decided by the top management and horizontal network is not encouraged; (c) less conducive external and internal environment for the implementation of work skill trainings; and (d) lack of leadership having interpersonal, informational, and decisional capacity. Based on the findings, the following recommendations can be proposed: (a) professionalism of the employees has to be systematically improved through a technical skill training and education directly contributing to a better implementation of the functions of UPTD BLKI. Quantitatively, the number of employees has to be increased by considering the organizational development in order to be the center for skill training and the place for competence Test (TUK); (b) The existing ineffective organizational structure has to be reanalyzed and the mechanistic management has to be changed into organic management to give more clear authority to UPTD BLKI to integrate the objectives and activities; (c) requirements of skill training participation have to be determined and a selection team has to be recruited . This will encourage objectivity of selection and effective and efficient skill training that meet the objectives of the trainings; (d) The Decree of the Governor of Papua No. 141 / 2001 on the establishment of organizational structure and work management of UPTD BLKI has to be followed up by encouraging the optimal implementation of the main duties and functions of UPTD BLKI. This is expected to have effects on the role of interpersonal, informational, and decisional leadership

Kata Kunci : Program Pelatihan,BLKI,Dinas Tenaga Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.