Pengaruh Ekstrak Etanolik Tanaman Teh-tehan (Acalypha siamensis Oliv. ex Gage) Terhadap Kadar Insulin dan Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Hiperglikemik
BIMA SAKHI ARISETA, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Pada tahun 2019 tercatat 468 juta orang berusia 20-70 tahun di seluruh dunia menderita diabetes mellitus dan akan terus bertambah hingga 700 juta pada tahun 2045. Penanganan penyakit diabetes mellitus yang paling umum adalah dengan menyesuaikan kandungan gizi, penggunaan obat, khususnya obat alami. Genus Acalypha merupakan contoh tanaman yang berpotensi sebagai agen antidiabetic karena sebagian besar spesies-spesiesnya memiliki senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Salah satu contoh tanaman dari genus Acalypha yang memiliki senyawa-senyawa tersebut adalah Acalypha siamensis. Oleh karena itu, A. siamensis diyakini memilik potensi sebagai antidiabetik. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh ekstrak tumbuhan teh-tehan terhadap kadar insulin dan glukosa pada Rattus norvegicus hiperglikemik. Metode penelitian ini meliputi aklimatisasi, pembuatan larutan streptozotocin, metformin, dan ekstrak etanolik A. siamensis, serta perlakuan selama 28 hari. Pengukuran kadar glukosa dilakukan menggunakan glucometer, sedangkan pengukuran kadar insulin dengan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis ekstrak berkorelasi positif dengan efek penurunan kadar glukosa. Pemberian A. siamensis dosis 600mg/kgBB memiliki efektivitas yang hampir sama dengan Metformin 9mg/200kgBB. Senyawa yang berperan dalam penurunan kadar glukosa dan peningkatan kadar insulin adalah flavonoid dan alkaloid dengan mekanismenya masing-masing. Dengan demikian, penelitian ini telah mengungkapkan bahwa ekstrak A. siamensis memiliki pengaruh pada Rattus norvegicus kondisi hiperglikemik. A. siamensis dapat menaikkan kadar insulin sehingga kadar glukosa darah pada tikus menurun
In 2019, there were 468 million people aged 20–70 worldwide suffering from diabetes mellitus, and this number is expected to rise to 700 million by 2045. The most common treatment for diabetes mellitus is through dietary adjustments, medication, particularly natural remedies. The genus Acalypha is an example of a plant with potential as an antidiabetic agent, as most of its species contain flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. One example of a plant from the Acalypha genus that contains these compounds is Acalypha siamensis. Therefore, A. siamensis is believed to have potential as an antidiabetic agent. This study evaluated the effect of tea plant extract on insulin and glucose levels in hyperglycemic Rattus norvegicus. The research methods included acclimatization, preparation of streptozotocin, metformin, and A. siamensis ethanolic extract solutions, and treatment for 28 days. Glucose levels were measured using a glucometer, while insulin levels were measured using ELISA. The results showed that an increase in extract dose was positively correlated with a decrease in glucose levels. Administration of A. siamensis at a dose of 600 mg/kg body weight had efficacy comparable to metformin at 9 mg/200 kg body weight. The compounds responsible for lowering glucose levels and increasing insulin levels are flavonoids and alkaloids, each with their own mechanisms. Thus, this study has revealed that A. siamensis extract has an effect on Rattus norvegicus in a hyperglycemic condition. A. siamensis can increase insulin levels, thereby lowering blood glucose levels in rats.
Kata Kunci : Acalypha siamensis, diabetes mellitus, glukosa, insulin, streptozotocin