Laporkan Masalah

Efektivitas Kebijakan Forward Guidance Bank Indonesia dalam Mengelola Ekpektasi Inflasi Dengan Threshold Rezim Inflasi Umum Periode 2009-2022

Alita Indah Rahayu, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan forward guidance Bank Indonesia dalam mengelola ekspektasi inflasi pada rezim inflasi yang berbeda selama periode 2009 hingga 2022. Dengan menggunakan pendekatan Threshold Autoregressive (TAR), analisis ini mengidentifikasi adanya efek asimetris dari forward guidance pada rezim inflasi rendah dan tinggi, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) digunakan sebagai variabel ambang (threshold). Variabel forward guidance dibangun berdasarkan pernyataan kebijakan resmi yang diperoleh dari laporan kebijakan moneter Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forward guidance memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap ekspektasi inflasi pada rezim inflasi rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa forward guidance mampu memperkuat keyakinan publik terhadap pencapaian target inflasi Bank Indonesia, memperkecil kesenjangan ekspektasi, serta mengarahkan ekspektasi masyarakat agar selaras dengan sasaran inflasi jangka panjang. Sebaliknya, pada periode inflasi tinggi, forward guidance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik, yang mencerminkan bahwa tekanan inflasi yang tinggi dapat melemahkan efektivitas transmisi sinyal kebijakan moneter. Temuan ini menekankan bahwa efektivitas kebijakan moneter non-konvensional seperti forward guidance sangat bergantung pada kondisi rezim inflasi serta kredibilitas komunikasi kebijakan terutama di negara berkembang.

This study analyzes the effectiveness of Bank Indonesia’s forward guidance policy in managing inflation expectations across different inflation regimes from 2009 to 2022. Employing a Threshold Autoregressive (TAR) model, the analysis identifies asymmetric effects of forward guidance under low- and high-inflation regimes, with the Consumer Price Index (CPI) serving as the threshold variable. The forward guidance variable is constructed using a policy communication-based dummy extracted from official monetary policy reports. The results reveal that forward guidance exerts a positive and statistically significant effect on inflation expectations in a low-inflation regime. This suggests that forward guidance effectively reinforces public confidence in the central bank’s inflation target, thereby reducing expectation gaps and anchoring expectations closer to target values. In contrast, during high-inflation periods, forward guidance shows no statistically significant effect, implying that heightened inflationary pressures may weaken the credibility or reception of policy signals. These findings underscore the regime-dependent effectiveness of non-conventional monetary policy tools in emerging markets and highlight the importance of communication credibility in achieving inflation-targeting goals.

Kata Kunci : Forward guidance, ekspektasi inflasi, kebijakan moneter, Bank Indonesia, Threshold Autoregressive (TAR)

  1. S1-2025-481961-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481961-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481961-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481961-title.pdf