Laporkan Masalah

Interaksi Manusia Homo Sapiens Linnaeus, 1758 dan Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis (Raffles, 1821) dengan Pendekatan Etnoprimatologi di Cagar Budaya Karangkamulyan

Tiara Amalia Nur Sabrina, Susilohadi, S.Si., M.Si., Ph.D

2025 | Skripsi | BIOLOGI

Interaksi antara manusia dan monyet ekor panjang (MEP) Macaca fascicularis (Raffles, 1821) dapat terjalin di kawasan dengan tumpang tindih habitat, seperti keberadaan populasi MEP di kawasan Cagar Budaya Karangkamulyan (CBK). Beragam aktivitas antropogenik seperti aktivitas wisata, berdagang, serta aktivitas masyarakat lainnya dapat membentuk berbagai interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara manusia dan MEP di CBK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method research dengan pendekatan etnoprimatologi. Pengamatan secara langsung dilakukan dengan metode scan sampling serta dilakukan survei dan wawancara untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif serta untuk memudahkan visualisasi kerapatan interaksi digunakan analisis Kernel Density Estimation (KDE). Hasil pada penelitian ini menunjukkan perilaku kelompok MEP yang diamati di CBK memiliki kecenderungan promoting behavior yang tinggi (60.9%), dibandingkan dengan inhibiting behavior (39.1%). Masyarakat yang aktif beraktivitas di kawasan CBK juga memiliki tingkat pengetahuan dengan nilai rata-rata yang tinggi terkait MEP yaitu pedagang (89,38%), pengelola atau pegawai (87,92%), sedangkan pengunjung (71,09%). Sementara itu, hasil tes capaian responden (TCR) persepsi masyarakat terkait MEP di CBK cenderung kurang baik dan cukup pada aspek tertentu. Bentuk interaksi yang terbentuk antara manusia dan MEP di CBK paling umum adalah bentuk interaksi netral. Berbagai respon juga muncul dari manusia dan MEP tapi tidak berhubungan signifikan dengan bentuk interaksi. Kerapatan interaksi paling tinggi terjadi di lokasi kelompok 1 MEP yaitu di Pangcalikan dan area depan CBK. Pengelolaan lanjutan diperlukan untuk meminimalisir interaksi negatif yang dapat berdampak bagi MEP maupun manusia. 

Interactions between humans and long-tailed macaque (LTM) Macaca fascicularis (Raffles, 1821) can occur in areas where habitat overlap exists, such as the presence of LTM populations in the Karangkamulyan Heritage Site (KHS). Various anthropogenic activities such as tourism, trading, and other community practices can give rise to different forms of interaction. This study aims to examine the interactions between humans and LTM in KHS. The research employed a mixed method approach with an ethnoprimatological perspective. Direct observations were conducted using the scan sampling method, along with surveys and interviews to assess public knowledge and perception regarding LTM. Data were analyzed both descriptively and quantitatively, and to facilitate visualization of interaction density, Kernel Density Estimation (KDE) analysis was used. The results of this study show that the MEP groups observed in KHS exhibited a high tendency toward promoting behavior (60.9%) compared to inhibiting behavior (39.1%). Communities actively engaged in activities within KHS also demonstrated high average knowledge levels related to LTM, particularly traders (89.38%) and managers or staff (87.92%), while visitors had lower levels (71.09%). Meanwhile, the results of the Test of Cognitive Response (TCR) indicate that public perception of LTM in KHS tended to be moderate to poor in certain aspects. The most common form of interaction between LTM and humans in KHS was neutral interaction. Various responses were observed from both LTM and humans, but these were not significantly associated with the types of interaction. The highest interaction density occurred in the area of LTM Group 1, particularly in the Pangcalikan area and the front section of KHS. Further management is needed to minimize negative interactions that could impact both the LTM and human. 

Kata Kunci : Cagar Budaya Karangkamulyan, etnoprimatologi, interaksi, Kernel Density Estimation, monyet ekor panjang.

  1. S1-2025-483022-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483022-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483022-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483022-title.pdf