Pengaruh Kualitas Institusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Emisi Karbon Dioksida (CO2): Studi Kasus ASEAN-8 Tahun 2002-2023
Valerina Febrianti Jaoga, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.,
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas institusi, pertumbuhan ekonomi, dan emisi karbon dioksida di panel delapan negara ASEAN selama periode 2002 hingga 2023. Penelitian ini juga menyertakan konsumsi energi dan keterbukaan perdagangan sebagai indikator penting dalam model untuk menghindari variabel bias. Menggunakan Fully Modified Ordinary Least Squares (FMOLS), penelitian ini menemukan bahwa emisi CO? pada awalnya berdampak positif dan signifikan terhadap PDB per kapita, mendukung hipotesis bahwa aktivitas yang digerakkan oleh emisi berkontribusi terhadap pertumbuhan. Namun, ketika kualitas institusi dimasukkan, dampak CO? berkurang, dan supremasi hukum muncul sebagai penentu positif yang signifikan terhadap pertumbuhan. Pada model akhir, istilah interaksi antara emisi CO? dan supremasi hukum bernilai negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa institusi yang lebih kuat akan melemahkan hubungan positif antara emisi dan pertumbuhan ekonomi. Ini mengindikasikan bahwa kerangka kerja institusional yang baik dan efisien sangat penting bagi negara-negara ASEAN-8 untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.
This study has the primary objective of exploring the relationship between institutional quality, economic growth, and carbon dioxide emissions in a panel of eight ASEAN countries over the period 2002-2023. This study also includes energy consumption and trade openness as important indicators in the model to avoid variable bias. Using Fully Modified Ordinary Least Squares (FMOLS), this study initially finds that CO2 emissions have a positive and statistically significant effect on GDP per capita, supporting the hypothesis that emissions-driven industrial activity contributes to growth. However, when institutional quality is included, the effect of CO? diminishes, and the Rule of Law emerges as a significant positive determinant of growth. In the final model, the interaction term between CO? emissions and Rule of Law is negative and significant, suggesting that stronger institutions weaken the positive link between emissions and economic growth. This indicates that sound and efficient institutional frameworks are essential for ASEAN-8 countries to achieve high economic growth without sacrificing the environment.
Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi, emisi karbon, kualitas institusi, FMOLS, ASEAN.