Efektivitas CSR (Corporate Social Responsibility) di PT Freeport Indonesia, dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia Adat Amungme di Dataran Tinggi, tiga desa (Waa, Aroanop dan Tsinga) di Mimika, Papua Tengah Indonesia
Januarius Diwitau, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.; Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si.; Dr. Erda Rindrasih, S.Si., M.U.R.P.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Corporate Social
Responsibility (CSR) yang dijalankan oleh PT Freeport Indonesia dalam
mengembangkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat adat Amungme di tiga kampung
dataran tinggi (Waa, Aroanop, dan Tsinga) di Mimika, Papua Tengah. Dengan
menggunakan pendekatan kualitatif dan metode Grounded Theory, penelitian ini
menganalisis implementasi program CSR dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan
ekonomi serta dampaknya terhadap masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa meskipun program CSR telah memberikan dampak positif, seperti peningkatan
akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi melalui
pelatihan dan dukungan usaha kecil, namun terdapat tantangan seperti ketimpangan
distribusi manfaat dan keterbatasan pelibatan masyarakat lokal dalam
perencanaan program. Studi ini merekomendasikan penguatan keterlibatan
masyarakat adat, transparansi, serta penyesuaian program CSR dengan konteks
budaya lokal guna memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
This
study aims to evaluate the effectiveness of the Corporate Social Responsibility
(CSR) program conducted by PT Freeport Indonesia in developing the human
resources of the Indigenous Amungme community in three highland villages (Waa,
Aroanop, and Tsinga) in Mimika, Central Papua. Using a qualitative approach and
Grounded Theory method, this research analyzes the implementation of CSR
programs in education, health, and economic sectors, and their impact on the
local community. The results indicate that while CSR programs have delivered
positive outcomes—such as increased access to education and healthcare services
and economic empowerment through training and support for small
enterprises—there remain challenges such as unequal benefit distribution and limited
involvement of local communities in planning processes. This study recommends
enhancing Indigenous participation, ensuring transparency, and aligning CSR
initiatives with local cultural contexts to foster more inclusive and
sustainable development.
Kata Kunci : CSR, Freeport Indonesia, Amungme, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Papua, Grounded Theory