Analisis Kesediaan Membayar Iuran Jaminan Kesehatan Nasional dengan Skema Cost-Sharing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya: Studi pada Masyarakat di Wilayah Jabodetabek
Stefani Kioe, apt. M. Rifqi Rokhman, S.Farm., M.Sc.
2025 | Skripsi | FARMASI
Pelayanan kesehatan bermutu dapat diperoleh oleh masyarakat tanpa mengeluarkan dana yang besar dari kantong pribadi (out of pocket/OOP) melalui asuransi kesehatan sosial. Skema asuransi sosial yang ada di Indonesia, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengalami penurunan aset pada tahun 2024. Diperlukan data kesediaan membayar iuran JKN dengan skema cost-sharing dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada masyarakat di wilayah Jabodetabek agar dapat menghasilkan cakupan pembiayaan kesehatan yang lebih luas dan dapat mengestimasi pendapatan dari iuran.
Analisis kesediaan membayar menggunakan contingent valuation method (CVM) dengan metode bidding game. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring (Google Form). Selanjutnya, dilakukan analisis dengan metode regresi logistik bivariat pada software IBM SPSS Statistics 25 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar JKN dengan skema cost-sharing pada masyarakat di wilayah Jabodetabek.
Total responden yang bersedia mengisi kuesioner ini yaitu 130 orang, tetapi responden yang termasuk ke dalam kriteria inklusi berjumlah 119 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 72 (60,5%) responden yang merupakan masyarakat di wilayah Jabodetabek bersedia untuk membayar 10?ri total biaya layanan dan obat-obatan ketika menggunakan JKN dengan skema cost-sharing, sedangkan 47 (39,5%) responden tidak bersedia membayar 10%. Persentase rata-rata yang bersedia dibayarkan oleh responden untuk JKN dengan skema cost-sharing yaitu 10,173 ±9,209?ktor sosiodemografi dan faktor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar untuk JKN dengan skema cost-sharing.
Healthcare services can be accessed by the public without incurring high out-of-pocket (OOP) expenses through social health insurance. The social insurance scheme in Indonesia—Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)—experienced a decline in assets in 2024. It is essential to obtain data on the willingness to pay JKN premiums under a cost-sharing scheme, as well as the influencing factors among communities in Jabodetabek, in order to support broader healthcare financing coverage and estimate potential revenue.
Willingness to pay was analyzed using the Contingent Valuation Method (CVM) with the bidding game approach. This study used a cross-sectional design. Data were collected through an online questionnaire (Google Form). Bivariable logistic regression analysis was conducted using IBM SPSS Statistics 25 to identify factors influencing the willingness to pay for JKN under a cost-sharing scheme among residents in Jabodetabek.
A total of 130 respondents were willing to complete the questionnaire; however, only 119 met the inclusion criteria. The results of this study indicate that 72 respondents (60.5%) from the Jabodetabek area were willing to pay 10% of the total cost of services and medications when using the National Health Insurance (JKN) under a cost-sharing scheme, while 47 respondents (39.5%) were not willing to pay the 10%. The average percentage that respondents were willing to pay for JKN with a cost-sharing scheme was 10.173?±?9.209%. Sociodemographic and health-related factors were not significantly associated with willingness to pay for JKN under the cost-sharing scheme.
Kata Kunci : Pengeluaran out of pocket/OOP, JKN, cost-sharing, kesediaan membayar, CVM