RENEWABLE ENERGY AND ECONOMIC GROWTH IN DEVELOPING ASEAN COUNTRIES: A DUAL ANALYSIS OF THEIR NEXUS AND THE DETERMINANTS OF RENEWABLE ENERGY CONSUMPTION
Irfan Muttaqin, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Isu perubahan iklim yang semakin mendesak mendorong permintaan global untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, yaitu energi terbarukan. Berbagai negara, termasuk negara-negara di ASEAN, berkomitmen untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan. Namun, bagaimana sebenarnya hubungan dinamis antara konsumsi energi terbarukan (REC) dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang di ASEAN? Dan faktor-faktor apa saja yang sebenarnya mempengaruhi adopsi energi terbarukan? Studi ini menjawab kesenjangan literatur tersebut dengan menganalisis data dari tahun 2000-2022, menggunakan kerangka kerja Model Pertumbuhan Solow Neoklasik dan metode PMG ARDL serta regresi panel yang disesuaikan. Temuan studi ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara REC dan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil dari uji kausalitas Granger juga mengkonfirmasi hipotesis netral, yang menunjukkan bahwa REC tidak menyebabkan pertumbuhan ekonomi, dan juga sebaliknya. Selain itu, studi ini menemukan bahwa pertumbuhan populasi dan emisi CO2 merupakan faktor sosio-ekonomi utama yang berdampak negatif terhadap konsumsi energi terbarukan. Hasil penelitian ini menggarisbawahi tantangan yang masih ada dalam pengembangan energi terbarukan di wilayah ini, termasuk investasi awal yang tinggi dan ketergantungan pada energi konvensional. Meskipun demikian, biaya operasional yang lebih rendah, dampak lingkungan yang minimal, serta inovasi keuangan seperti obligasi hijau, menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan tetap penting untuk keuntungan jangka panjang.
The increasingly urgent issue of climate change is driving a global demand for a transition to energy sources that are more enviromentally friendly, which is renewable energy. Countries, including those in ASEAN, are committed to increasing their share of renewable energy. But what exactly is the dynamic relationship between renewable energy consumption (REC) and economic growth in developing ASEAN countries? And what factors actually influence the adoption of renewable energy? This study addresses the literature gap by analyzing data from 2000-2022, using the Neoclassical Solow Growth Model framework and the PMG ARDL method as well as adjusted panel regression. the findings of this study indicate the absence of a significant relationship between REC and economic growth, both in the short and long run. The result from Granger causality tests also confirm the neutral hypothesis, highlighting that REC do not cause economic growth, nor vice versa. Furthermore, the study found that population growth and CO2 emissions are the main socioeconomic factors that impact negativity renewable energy consumption These results underscore the persistent challenges in renewable energy development in the region, including high initial investment and reliance on conventional energy. Nonetheless, lower operating costs, minimal environmental impacts, as well as financial innovations such as green bonds, confirm that renewable energy development remains crucial for long-term gains.
Kata Kunci : Climate change, Energy transition, Renewable energy, Economic growth, Determinant factors