Laporkan Masalah

Kombinasi Solarisasi Tanah dan Bacillus tropicus EP-3 untuk Mengendalikan Penyakit Penting Tanaman Pakis (Rumohra adiantiformis)

Muhammad Alif Irfai, Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Daun Pakis (Rumohra adiantiformis) merupakan salah satu tanaman hias penting di Indonesia baik untuk keperluan domestik maupun komoditas ekspor. Keunggulan utamanya terletak pada warna hijau daunnya dan mampu mempertahankan hingga 15 hari sejak awal panen. Sehingga di beberapa negera daun pakis dimanfaatkan untuk kegiatan dekorasi, karangan bunga, bahkan pembuatan corsage. Pada saat ini, terdapat beberapa penyakit yang menyerang tanaman pakis, seperti penyakit hawar daun merah, penyakit busuk ujung daun, penyakit busuk daun Calonectria, dan penyakit hawar Cladosporium. Diperlukan pengendalian ramah lingkungan yang mampu menggantikan pestisida kimia. Pemanfaatan Bacillus tropicus EP-3 sebagai agens hayati salah satu upaya alternatif dalam mengendalikan penyakit pada tanaman pakis. Uji antagonis dual culture dan uji senyawa organik dilakukan untuk mengetahui penghambatan pertumbuhan patogen Neopestalotiopsis sp., Fusarium oxysporum f.sp. sesame., Calonectria sp., dan Cladosporium sp. secara in vitro. Uji B. tropicus EP-3 secara in vitro menunjukan hasil yang signifikan bahwa semua patogen penyakit tanaman pakis mampu terjadi penghambatan pertumbuhan koloninya. Hasil tersebut digunakan sebagai acuan untuk uji skala lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari solarisasi selama 4 minggu, perendaman bibit pakis dengan suspensi B. tropicus EP-3 sebelum tanam dan aplikasi B.tropicus EP-3 setiap minggu selama enam bulan. Hasil uji lapangan menunjukan bahwa B. tropicus EP-3 mampu menurunkan intensitas penyakit busuk ujung daun, busuk daun Calonectria dan penyakit hawar daun merah. B. tropicus EP-3 juga memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan produksi tunas pada tanaman pakis.

Fern leaf (Rumohra adiantiformis) is one of Indonesia's important ornamental plants valued both for domestic use and as an export commodity. Its primary advantage lies in its vibrant green foliage and its ability to remain fresh for up to 15 days after harvest. Consequently, in several countries, fern leaves are widely used for decorative purposes, floral arrangements, and even corsage production. Currently, the cultivation of ferns is threatened by various diseases, such as red leaf blight, leaf tip rot, Calonectria leaf blight, and Cladosporium leaf spot. There is a growing need for environmentally friendly disease control alternatives to replace chemical pesticides. Utilization of Bacillus tropicus EP-3 as a biological control agent represents a promoted alternative approach for managing this disease. The in vitro assays, including dual culture methode and volatile organic compound (VOC) activity to assess the antagonistic potential of B. tropicus EP-3 on the growth of Neopestalotiopsis sp., Fusarium oxysporum f.sp. sesame, Calonectria sp., and Cladosporium sp. The in vitro results showed significant inhibition of colony growth in all tested pathogens. These findings served as a basis for field-scale experiments using a Completely Randomized Design (CRD). Treatments included four weeks of soil solarization, pre-plant soaking of fern seedlings in B. tropicus EP-3 suspension, and temporal applications of B. tropicus EP-3 once per week for six months. The results showed that B. tropicus EP-3 effectively reduced the severity of leaf tip rot, Calonectria leaf blight, and red leaf blight. Moreover, B. tropicus EP-3 significantly promoted shoot production in Rumohra adiantiformis.

Kata Kunci : Bacillus tropicus EP-3, pakis, pengendalian, solarisasi

  1. S1-2025-481606-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481606-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481606-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481606-title.pdf