Kajian dan Evaluasi Implementasi Transformasi Digital: Studi Kasus Universitas Gadjah Mada
Jeni Nurwijaya, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. IPU, ASEAN Eng.; Dr. Bimo Sunarfri Hantono, S.T., M.Eng.
2025 | Tesis | S2 Teknologi Informasi
Transformasi Digital merupakan suatu keharusan bagi organisasi agar tetap bertahan dan kompetitif di era disrupsi digital. Transformasi digital bukan hanya sekadar penerapan teknologi dan digitalisasi proses bisnis, melainkan perubahan strategi, budaya, dan berbagai aspek organisasi. Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan proses Transformasi Digital sejak Tahun 2022. Untuk mengukur keberhasilannya, diperlukan suatu kegiatan evaluasi yang mampu menggambarkan kondisi dan capaian organisasi sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang tepat.
Penelitian berjudul "Kajian dan Evaluasi Implementasi Transformasi Digital: Studi Kasus Universitas Gadjah Mada" bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan Transformasi Digital UGM dan memberikan kontribusi dalam praktik evaluasi transformasi digital di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, dengan mengacu pada kerangka kerja Transformasi Digital Wantiknas. Domain yang dinilai meliputi Infrastruktur, Data, Talenta Digital, Keamanan, Tata Kelola, dan Layanan Digital.
Penelitian ini menggabungkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survei kepada pengguna serta dan wawancara dengan narasumber yang kompeten. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumentasi dan observasi. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan metode statistik, analisis konten, dan teknik triangulasi. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, kajian pustaka, penyusunan desain evaluasi, pengumpulan data, analisis, konfirmasi dan pembahasan, serta penyusunan rekomendasi dan laporan akhir.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kematangan Transformasi Digital UGM mencapai skor 83,11, yang termasuk dalam tingkat Inovasi Digital. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan temuan lain, seperti tingkat kesiapan organisasi, tingkat kepuasan pengguna, serta tantangan dan hambatan dalam implementasi transformasi digital. Rekomendasi perbaikan yang dihasilkan berupa peta jalan, analisis risiko, implikasi teoritis dan praktis, serta perbandingan dengan institusi pendidikan lainnya.
Kontribusi praktis penelitian ini adalah penggunaan kerangka kerja Wantiknas sebagai alat evaluasi TD yang efektif dan dapat diadaptasi untuk organisasi lain. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk memperluas evaluasi ke organisasi sektor publik lainnya, mengembangkan aplikasi evaluasi TD, serta menyempurnakan metode pembobotan dan yudisium penilaian yang ada.
In today's era of digital disruption, Digital Transformation (DT) has become imperative for organizations to remain competitive and relevant. This study explores the DT implementation at Gadjah Mada University (UGM), Indonesia's leading educational institution, since 2022. Our research aims to measure UGM's DT maturity level and contribute to the practice of digital transformation evaluation in the public sector.
Using a mixed-method approach based on the Wantiknas Digital Transformation framework, we assessed six key domains: Infrastructure, Data, Digital Talent, Security, Governance, and Digital Services. Our comprehensive data collection involved user surveys, expert interviews, documentation review, and direct observations. We employed statistical analysis, content analysis, and triangulation techniques to ensure robust findings.
The results reveal that UGM has achieved a DT maturity score of 83.11, placing it at the "Digital Innovation" level. This score reflects significant progress in UGM's digital journey, particularly in the Digital Talent domain. However, areas such as Data and Security still present opportunities for improvement. Our study also sheds light on organizational readiness, user satisfaction, and the challenges faced during DT implementation. Based on these insights, we've developed a strategic roadmap, risk analysis, and practical recommendations to further advance UGM's digital transformation.
This research demonstrates the effectiveness of the Wantiknas framework as an evaluation tool for DT in educational institutions and potentially other public sector organizations. For future research, we recommend expanding this evaluation to other public entities, developing a dedicated DT assessment application, and refining the scoring and grading methodologies. By offering both theoretical implications and practical guidelines, this study serves as a valuable resource for institutions embarking on their own digital transformation journeys in the ever-evolving landscape of higher education.
Kata Kunci : Transformasi Digital, Wantiknas, Kerangka Kerja Kematangan, Metode Campuran, Sektor Publik/ Digital Transformation, Wantiknas Model, Maturity Framework, Mix Methods, Public Sector