SIMULASI NUMERIK PENGARUH KONFIGURASI AIR GRILL, POSISI DIFFUSER, DAN POLA CEILING PANEL TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA KABIN KERETA CEPAT MERAH PUTIH (KCMP)
Dafa Wijanarko, Ir. Fauzun, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Kemacetan merupakan permasalahan umum yang sering terjadi di kota-kota besar dan menjadi hambatan utama bagi mobilitas masyarakat. Salah satu penyebab masalah ini berupa minimnya ketersediaan transportasi umum yang memadai dan terintegrasi sebagai penghubung antarkawasan. Untuk mengatasi persoalan ini, pengembangan sarana dan prasarana transportasi umum perlu diutamakan sebagai langkah strategis. Dalam hal ini, kereta api menjadi salah satu moda transportasi pengembangannya cukup potensial. Salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan yaitu Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). Proyek kereta ini berkolaborasi antara PT INKA dengan sembilan perguruan tinggi dalam negeri untuk penelitian dan pengembangannya. Fokus penelitian tersebut mencakup berbagai aspek teknis kereta. Salah satunya berupa sistem pengondisian udara pada kabin kereta untuk mendukung kenyamanan termal penumpang.
Penelitian terhadap sistem pengondisian udara kabin ini dilakukan melalui simulasi numerik menggunakan metode computational fluid dynamics (CFD) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent 2020 R2. Simulasi ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran fluida, distribusi temperatur, dan kecepatan udara di dalam kabin penumpang KCMP. Fokus analisis berada pada integrasi sistem ducting dengan interior kabin melalui beberapa variasi konfigurasi. Variasi tersebut meliputi penggunaan air grill diffuser, perubahan posisi diffuser, dan modifikasi pola ceiling panel. Hasil simulasi memberikan informasi terkait distribusi keseragaman laju aliran massa pada setiap outlet serta distribusi temperatur dan kecepatan udara yang memengaruhi kenyamanan termal penumpang.
Berdasarkan hasil simulasi skema supply ducting dengan ceiling panel, tiga variasi terbaik akan dipilih berdasarkan kriteria indeks keseragaman laju aliran massa. Tiga hasil terbaik pada tahap tersebut secara berurutan diperoleh dari Variasi 3, Variasi 5, dan Variasi 1. Selanjutnya, ketiga konfigurasi variasi ini akan diuji lebih lanjut melalui simulasi integrasi ducting dengan kabin kereta secara keseluruhan. Evaluasi dilanjutkan dengan indeks keseragaman temperatur dan kecepatan udara serta kriteria distribusi keduanya dengan acuan regulasi Permenhub No. 7 Tahun 2022. Berdasarkan hasil analisis, variasi ketiga terbukti sebagai konfigurasi paling optimal untuk kabin MC-1 dan memenuhi seluruh kriteria regulasi tersebut.
Kata Kunci : Simulasi CFD, KCMP, Ducting, Kenyamanan Termal, Distribusi Aliran Udara