Laporkan Masalah

Transformasi Sapaan Suami Istri Masyarakat Sunda di Wilayah Kabupaten Garut: Kajian Sosiolinguistik

Taofik Maulana, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena semakin beragamnya sapaan suami istri yang digunakan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada sapaan yang digunakan suami istri masyarakat Sunda di wilayah Kabupaten Garut ketika keduanya saling menyapa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung dengan perhitungan sederhana untuk mengukur frekuensi kemunculan sapaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran survey menggunakan kuesioner berbentuk google form, yang diperkuat dengan proses observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk sapaan suami istri serta faktor sosial yang memengaruhi terjadinya transformasi penggunaan sapaan. Data yang dianalisis bersumber dari 394 responden yang merupakan sampel dari angka pernikahan di Kabupaten Garut yang berjumlah 22.134. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk sapaan suami istri di Kabupaten Garut berupa sapaan kekerabatan, sapaan sayang/keintiman, sapaan nama diri, dan sapaan kata ganti. Sedangkan faktor sosial yang memengaruhi penggunaan sapaan suami istri adalah status sebelum mempunyai anak dan setelah mempunyai anak, usia, situasi pembicaraan, dan perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa transformasi sapaan suami istri terjadi pada wilayah Kota Garut dan pada pasangan suami istri dari generasi Z. Transformasi penggunaan sapaan ditandai dengan banyaknya pasangan suami istri yang menggunakan sapaan dari bahasa lain seperti papa, mama, baba, mima, papap, papi, mami, popi, momi, babeh, momma dan variasi lainnya dibandingkan sapaan berbahasa Sunda. Sementara itu di wilayah Garut Utara dan Garut Selatan, serta pasangan suami istri dari generasi milenial masih menjadikan sapaan berbahasa Sunda sebagai pilihan.

This study was conducted because of the phenomenon of the increasing variety of spousal address used by the society. The focus of this study was on the addressing terms used by husbands and wives in the Sundanese society, especially in the Garut Regency, when they greet each other. Descriptive qualitative method was employed in this study and supported by a simple calculation to measure the frequency of the addressing term occurrence. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires via Google Forms, complemented by observational procedures and in-depth interviews to enhance the validity of the findings. This study analyzed the form of spousal address and social factors that influence its use with a sociolinguistic approach. The data analyzed came from 394 respondents who are a sample of the 22,134 marriages in the Garut Regency. The results of this study showed that the spousal address in the Garut Regency came from kinship address, affectionate/intimate address, proper names, pronouns, and titles. Meanwhile, the social factors influence the use of addressing terms are the status before having children and after having children, age, conversation situation, and the information technology development. Besides, this study showed that the spousal address occurred in the Garut Regency and between married couples from the Z-generation. The transformation of the addressing term use was marked by the number of married couples who use modern addressing terms, e.g., papa, mama, baba, mima, papap, mamam, papi, mami, popi, momi, babeh, momma and other variations compared to Sundanese addressing terms. On the other hand, in the North Garut and South Garut regions, as well as married couples from the millennial generation still use Sundanese addressing terms as their choice.

Kata Kunci : Transformasi, sapaan suami istri, bahasa Sunda, Kabupaten Garut, sosiolinguistik

  1. S2-2025-526285-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526285-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526285-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526285-title.pdf