Manajemen strategis penanganan ketenagakerjaan pemerintahan Kota Jayapura :: Studi kasus di Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura
PURWANTO, Sadar, Prof.Dr. Warsito Utomo
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikBerdasarkan data BPS Kota Jayapura (2004), pengangguran di Kota Jayapura pada Tahun 2002 angkanya cukup tinggi, yaitu 22.836 orang, atau 11,93% dari jumlah penduduknya. Apabila data ini dibandingkan dengan angka usia kerjanya, maka tingkat pengangguran adalah 17,37%. Apabila diasumsikan bahwa penganggur yang ‘siap kerja’ adalah penganggur dengan pendidikan SD, SMK dan Perguruan Tinggi, maka pengangguran yang ‘tidak siap kerja’ sangatlah besar, yaitu 78,40%. Di lain pihak, pertumbuhan ekonomi Kota Jayapura pada Tahun 2002 mencapai 17,28%. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi ini belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Kota Jayapura, terutama para penganggurnya. Penelitian dilakukan dengan metode manajemen strategis dengan menggunakan model Flavel, Ron and Joe Williams dengan analisis SWOT dan TOWS—sampai pada tahap penentuan strategi. Sesuai dengan teori SWOT, maka dilakukan analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal. Dalam lingkungan internal yang dianalisis adalah input organisasi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura seperti mandat/kewenangan, kebijakan, personalia, sarana dan prasarana, dan kinerja. Adapun analisis lingkungan eksternalnya meliputi politik, ekonomi, budaya, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan faktor eksternal berdasarkan faktor internalnya, yaitu terutama Geografi ekonomi dan Tingkat ekonomi Kota Jayapura yang tinggi. Sehingga strategi yang dipilih adalah “Peningkatan Latihan Keterampilan bagi Angkatan Kerjaâ€, terutama dalam penyiapan sektor informal, seperti Pelatihan Jasa Boga, Pelatihan Pertukangan, dll.
Base on BPS-Statistic of Jayapura Municipality (2004), the number of unemployment in Jayapura municipality in 2002 is 22.836 people, equal 11.93% from Jayapura residents. If that number compared to labor force, the unemployment number is 26.52%. If assumed that unemployment on elementary school (SD) graduate, technical senior high school (SMK) graduate and college easier to get job, then the number of unemployment ‘not ready to get job’ are very big (78,40%). On the other hand, the economics growth of Jayapura, in 2002 is 17.28%. Unfortunately, the wealthy not reach the most communities of Jayapura, especially its unemployed. This research is conducted by strategic management by using SMEs model (Strategic Management Model Elements) Flavel, Ron and Joe Williams with SWOT analyze—not included implementation. The research finding shows that the labor management was influenced by internal and external factors—especially was contributed by business factors. Thereby, Municipal Administration of Jayapura should be more supporting to policy on Manpower Agency of Jayapura Municipality, by given broad authority to Manpower Agency of Jayapura Municipality as leading sector, to coordinated development which human resources oriented, either through interesting effort investor, and improvement of manpower professionalism. Therefore, needed the existence of commitment to make a fundamental change that is policy breakthrough using beneficence Special Autonomous Fund (dana otsus) by forming BUMD and/or make KSO (joint operation). Key words: Manpower, Unemployment, Strategic Management.
Kata Kunci : Pemerintah Daerah TkII,Ketenagakerjaan,Manajemen Strategis