Laporkan Masalah

Maskulinitas dalam Konstruksi Gender di Media Sosial X (Analisis Resepsi Penggemar Harry Styles Terhadap Isu 'Bring Back Manly Men')

Alifia Zahra Malika Hasan, Novi Kurnia, M. Si., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Perdebatan mengenai maskulinitas dalam budaya populer semakin berkembang seiring dengan perubahan sosial yang menantang norma gender tradisional. Salah satu fenomena yang mencerminkan dinamika ini adalah kontroversi yang muncul setelah pernyataan Candace Owens mengenai ‘Bring Back Manly Men’ dalam konteks penampilan Harry Styles. Isu ini memicu diskusi luas di media sosial, termasuk di kalangan penggemarnya yang memiliki cara berbeda dalam memahami dan merespon wacana maskulinitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk menemukan pandangan enam informan yang memiliki latar belakang beragam yang dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret. Setelah itu, data dianalisis menggunakan Teori Resepsi Livingstone dan diperdalam menggunakan Teori Maskulinitas Hegemonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan menolak konsep ‘Bring Back Manly Men’ karena dianggap sebagai batasan yang kaku terhadap ekspresi gender dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Partisipasi mereka dalam menanggapi isu ini beragam, mulai dari mengamati dan menyebarkan ulang informasi hingga terlibat langsung dalam diskusi publik di media sosial. Studi ini juga menemukan bahwa maskulinitas hegemonik masih mendominasi dalam membentuk wacana sosial, namun semakin banyak individu yang menantangnya dengan mendorong konsep maskulinitas yang lebih inklusif dan fleksibel. 

The debate about masculinity in popular culture is increasingly evolving alongside social changes that challenge traditional gender norms. One of the phenomena that reflect this dynamic is the controversy that arose after Candace Owens' statement about 'Bring Back Manly Men' in the context of Harry Styles' appearance. This issue sparked extensive discussions on social media, including among his fans, who have different ways of understanding and responding to the discourse on masculinity. This research uses a qualitative approach with a reception analysis method. Data in this study were collected through in-depth interviews to uncover the views of six informants with diverse backgrounds conducted from February to March. After that, the data were analyzed using Livingstone's Reception Theory and further deepened using Hegemonic Masculinity Theory. The research results show that the majority of informants reject the concept of 'Bring Back Manly Men' because it is considered a rigid limitation on gender expression and not in line with the times. Their participation in responding to this issue varies, ranging from observing and resharing information to directly engaging in public discussions on social media. This study also found that hegemonic masculinity still dominates in shaping social discourse, but more and more individuals are challenging it by promoting a more inclusive and flexible concept of masculinity.

Kata Kunci : Bring Back Manly Men, Penggemar Harry Styles, Analisis Resepsi, Teori Maskulinitas Hegemonik

  1. S1-2025-480963-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480963-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480963-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480963-title.pdf