A Constitutional Analysis towards Indonesia’s Legal Boundaries: Freedom of Expression vs. National Security
Syahr Banu Riadh, Dr. Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., MA.
2025 | Skripsi | ILMU HUKUMPenelitian hukum ini mengkaji ketegangan konstitusional antara hak atas kebebasan berekspresi dan kebutuhan untuk menjaga keamanan nasional di Indonesia, dengan fokus khusus pada wilayah Papua. Berdasarkan hukum hak asasi manusia nasuonal dan internasional, studi ini mengeksplorasi bagaimana Pasal 28E dan 28F UUD 1945 menjamin kebebasan berekspresi, sementara Pasal 28J mengizinkan pembatasannya demi kepentingan keamanan nasional dan ketertiban umum. Menggunakan pendekatan normatif-yuridis dan sosio legal, penelitian ini menganalisis instrumen hukum, keputusan pengadilan, dan praktik negara, terutama pemadaman internet di Papua sebagai studi kasus.
This legal research examines the constitutional tension between the right to freedom of expression and the need to maintain national security in Indonesia, with a specific focus on the Papua region. Grounded in both national and international human rights law, the study explores how Article 28E and 28F of the 1945 Constitution guarantee freedom of expression, while Article 28J permits its restriction in the interest of national security and public order. Using a normative-juridical and socio-legal approach, the research analyzes legal instruments, court decisions, and state practices, particularly the internet shutdown in Papua as a case study.
Kata Kunci : Freedom of Expression, National Security, Human Rights, Papua, 1945 Constitution.