Laporkan Masalah

Pengaruh nilai budaya terhadap kinerja organisasi

KERTIYASA, I Wayan, Prof.Dr. Sjafri Sairin

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah secara luas dan konsekwen sesuai dengan jiwa dan semangat Undang-ungdang No. 22 tahun 1999, maka dibutuhkan kesiapan birokrasi pemerintah daerah terutama dalam bidang sumber daya aparat birokrasi. Fokus dan lokus penelitian ini berada pada organisasi Sekretariat Daerah, dimana tugas dan fungsinya untuk membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pelayanan, administrasi, organisasi, tatalaksana, keuangan, serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat daerah Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja oraganisasi yang diukur dari produktivitas, akuntabilitas, responsivitas, orientasi kualitas layanan yang dicapai, dan dianalisis, faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi kinerja organisasi antara lain nilai kebudayaan Bali dan Perilaku birokrasi. Dalam penelitian ini metode yang digunanakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode pengumpulan datanya menggunakan, pengamatan langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengaruh perilaku birokrasi terhadap kinerja organisasi juga tidak bisa lepas dari pengaruh nilai- nilai budaya lokal. Terjadinya interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi sebagai variable pembentuk perilaku yang didasari oleh variasi dan keanekaragaman nilai- nilai budaya yang akan mewarnai variasi pola perilaku birokrasi. Tentu saja hal ini membawa dampak yang luas terhadap pelayanan kepada perangkat daerah. Sehubungan dengan itu, maka penelitian ini menggunakan konsep kinerja oragnisasi, nilai kebudayaan Bali, dan perilaku birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja organisasi Setda Provinsi Bali tidak optimal, hal ini dibuktikan dengan tingkat produktivitas yang masih rendah, akuntabilitas yang tidak optimal, responsivitas yang belum optimal, dan kualitas pelayanan yang belum berorientasi pada kebutuhan perangkat daerah. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi nilai kebudayaan Bali dan perilaku birokrasi turut memberikan andil terhadap baik buruknya kinerja organisasi. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah semestinya aparat birokrasi bisa mengambil nilai- nilai positif dari nilai- nilai budaya lokal, dan individu birokrasi harus menyadari bahwa dalam menjalankan keimanan dan kegiatan sosial kemasyarakatan tidak berarti harus mengorbankan orang lain, sehingga dapat memberikan dampak pada kepuasan para pengguna jasa Setda dan mengubah pola pikir aparat untuk kembali kepada fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

In order of widely and consequently regional autonomy implementation which is appropriate with soul and spirit of Act No. 22 of 1999, it is needed readiness of regional governmental bureaucracy especially in bureaucratic agencies resources. Focus and locus of this research is on organization of Regional Secretary, where the job and function is to help Governor in implementing the job of service implementation, administration, organization, management, finance, and giving administratic service to all regional agencies of Bali province. This research is objectived to know organization performance level measured from productivity, accountability, responsivity, service quality orientation achieved and it is analyzed factors considered influencing organizational performance such as cultural value of Bali and bureaucracy behavior. Method used in this research is qualitative research method with descriptive analysis. Data collection methods are direct observation, deep interview, and documentation. Data analysis technique used are data reduction, data display and data verification. Influence of bureaucratic behavior to organizational performance can not also be independent from in fluence of local cultural value. Interaction occur between individual characteristic and organizational characteristic as variable of behavior make based by variation and variety of cultural value which will colouring variation of bureaucratic behavior pattern. Of course this widely have impact to service to regional agencies. Thefore this research use organizational performance concept, cultural value of Bali, and bureaucratic behavior. Yeild of this research shows that organizational performance of Bali`s Regional Secretary is not optimum, it is proved by productivity level that is still low, accountability that is not uptimum, responsivity that have not been optimum, and service quality that have not been oriented on regional agencies need. Whereas factor that influence cultural value of Bali and bureaucratic behavior also have participation in organizational performance quality. Recommendation of this research yield is that bureaucratic agencies should be able to take positive values from local cultural values, and bureaucratic individual have to realize that in implementing belief and social activity it does not have meaning that he have to sacrifice the others, thus it may give impact to satisfaction of regional secretary service user and change agencies thinking pattern to return to this function as public attendant.

Kata Kunci : Kinerja Organisasi,Nilai Budaya, Bureaucratic Behaviour, Cultural Values, Organizational Performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.