Laporkan Masalah

Analisis Spasio-Temporal Perubahan dan Prediksi Above-Ground Carbon Mangrove di Sebagian Taman Nasional Bali Barat Tahun 2018-2030

Zahra Adila, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D.

2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Hutan mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon, terutama dalam bentuk above-ground carbon (AGC). Namun, dalam tiga dekade terakhir, Indonesia telah kehilangan sekitar 30% hutan mangrove yang berdampak pada penurunan kapasitas penyimpanan karbon dan peningkatan emisi CO2 di atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan AGC mangrove di sebagian Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perubahan spasio-temporal AGC pada tahun 2018–2024 dan memprediksi nilai AGC hingga tahun 2030 . Model AGC dibangun menggunakan hubungan antara hasil pengukuran lapangan dan indeks vegetasi dari citra Sentinel-2A. Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI) dipilih sebagai indeks terbaik dengan nilai R² sebesar 0,8774 dan RMSE terendah sebesar 0,1234. Hasil pemetaan selama periode 2018–2024 menunjukkan bahwa seluas 269,39 hektare mangrove berpotensi mengalami peningkatan AGC, sedangkan seluas 5,26 hektare mangrove berpotensi mengalami penurunan AGC. Peningkatan AGC terjadi di sebagian besar wilayah mangrove di kawasan TNBB, sementara penurunan teridentifikasi di pesisir Cekik–Karang Sewu, pesisir Prapat Agung, dan kawasan Tegal Bunder. Analisis prediksi menunjukkan bahwa total AGC mangrove di sebagian TNBB diperkirakan akan terus meningkat, mencapai lebih dari 32.000 ton C pada Juli 2030. Hasil ini menunjukkan bahwa mangrove di kawasan TNBB berpotensi dalam mendukung peningkatan stok karbon di masa mendatang.

Mangrove forests play an important role in mitigating climate change through their ability to absorb and store carbon, particularly in the form of above-ground carbon (AGC). However, Indonesia has lost about 30% of its mangrove forests over the past three decades, resulting in reduced carbon storage capacity and increased CO? emissions into the atmosphere. This study aims to model the AGC of mangroves in West Bali National Park (WBNP). The study also analyzes spatio-temporal changes in AGC from 2018 to 2024 and predicts AGC values until 2030. The AGC model was developed based on the relationship between field measurements and vegetation indices derived from Sentinel-2A imagery. The Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI) was selected as the best index, with the highest R² value (0.8774) and the lowest RMSE (0.1234). Mapping results from the 2018–2024 period show that 269.39 hectares of mangroves have the potential to increase in AGC, while 5.26 hectares have the potential to decrease. Increases in AGC were observed in most mangrove areas of WBNP, while decreases were observed along the coasts of Cekik–Karang Sewu, Prapat Agung, and Tegal Bunder. Predictive analyses indicate that the total AGC in WBNP will continue to increase, surpassing 32,000 tons by July 2030. These results suggest that the mangroves in WBNP could support future increases in carbon stocks. 

Kata Kunci : Mangrove, Stok Karbon Atas Permukaan, Spasio-temporal, Prediksi, Citra Sentinel

  1. S1-2025-474395-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474395-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474395-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474395-title.pdf