Pengaruh Pemberian Gel Secretome Mesenchymal Stem Cell Hypoxia (SH-MSCs) terhadap Kadar IL-1RA dan CD68 pada Tikus Galur Wistar Model Luka Diabetikum
Sofian Azalia Husain, Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto; Dr. drh. Yanuartono, M.P.
2025 | Tesis | S2 Sain Veteriner
Luka diabetikum merupakan kondisi kronis yang memperlambat penyembuhan akibat peradangan yang berkepanjangan dan terganggunya respons imun. Secretome Hypoxia-Mesenchymal Stem Cell (SH-MSCs) memiliki potensi sebagai terapi luka diabetik melalui modulasi IL-1RA dan aktivitas makrofag. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian gel SH-MSCs terhadap kadar IL-1RA dan CD68 pada model tikus Wistar dengan luka diabetikum. Penelitian ini menggunakan tikus Wistar jantan dibagi lima kelompok (@ 6 ekor) yaitu; K1 tikus sehat, K2 tikus dengan luka diabetikum, K3 tikus dengan luka diabetikum diberikan base gel, K4 tikus dengan luka diabetikum diberikan gel SH-MSCs dosis 100 ?L/kgBB dan K5 tikus dengan luka diabetikum diberikan gel SH-MSCs dosis 200 ?L/. Kondisi diabetes dibuat dengan cara injeksi intraperitoneal Streptozotocin 60 mg/kgBB satu kali dengan kadar gula darah >200 mg/dL setalah 7 hari dan luka dibuat menggunakan biopsi punch dengan diameter 6 mm dan ketebalan 2mm pada punggung tikus yang rambutnya telah dicukur. Inkubasi dilakukan selama 5 hari setelah pembuatan luka kemudian diberikan perlakuan topikal selama 10 hari. Kadar IL-1RA dan CD68 diukur dari sampel kulit menggunakan Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji statistik Friedman dan Post Hoc LSD. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kadar IL-1RA dan penurunan kadar CD68 yang signifikan pada kelompok K5 dibandingkan kelompok K2 (p=0,008) dan (p=0,014). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian gel SH-MSCs berpengaruh dalam meningkatkan kadar IL-1RA dan menurunkan kadar CD68, yang menunjukkan adanya potensi sebagai strategi terapi untuk meredakan fase peradangan pada luka diabetikum.
Diabetic ulcers represent a chronic condition characterized by impaired healing due to persistent inflammation and dysregulated immune responses. Secretome Hypoxia-Mesenchymal Stem Cell (SH-MSC) demonstrates therapeutic potential for diabetic wounds through IL-1RA modulation and macrophage activity regulation. This study evaluated the effect of SH-MSC gel on IL-1RA levels and CD68 expression in diabetic wounds using a Wistar rat model. Male Wistar rats (n=6/group) were divided into five groups: K1 (healthy controls), K2 (untreated diabetic wounds), K3 (diabetic wounds + base gel), K4 (diabetic wounds + 100 ?L/kg BW SH-MSC gel), and K5 (diabetic wounds + 200 ?L/kg BW SH-MSC gel). Diabetes was induced via intraperitoneal streptozotocin (60 mg/kg BW), with hyperglycemia confirmed (blood glucose >200 mg/dL) after 7 days. A full-thickness 6-mm dorsal wound was created using a punch biopsy. Topical treatments were administered for 10 days following a 5-day post-wounding incubation period. IL-1RA and CD68 levels in skin tissue were quantified using qRT-PCR. Statistical analysis employed the Friedman test with LSD Post Hoc. Results indicated a significant increase in IL-1RA levels in the K5 group compared to K2 (p=0.008). Conversely, CD68 expression was significantly reduced in K5 relative to K2 (p=0.014). SH-MSC gel administration enhances IL-1RA levels and suppresses CD68, suggesting its potential as a therapeutic strategy to mitigate the inflammatory phase in diabetic wound healing.
Kata Kunci : Luka diabetik, hypoxia-secretome, mesenchymal stem cell, IL-1RA, CD68, tikus Wistar