Laporkan Masalah

PEMBIMBINGAN DAN PENGAWASAN KLIEN PEMBEBASAN BERSYARAT DALAM MENCEGAH RESIDIVIS DAN STIGMA NEGATIF

Laksamana Dian Ariawan, Dr. Dra. Dani Krisnawati, S.H., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pembimbingan dan pengawasan klien pembebasan bersyarat dalam mencegah residivis dan stigma negatif yang dilakukan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan dan Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta serta pengaturan seharusnya mengenai pembimbingan dan pengawasan klien dewasa dalam mencegah residivis dan stigma negatif pada masa mendatang,

Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif empiris. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari narasumber dan responden serta diperkuat dengan data sekunder yang menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Sifat dari penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif.

Hasil dari penelitian yang dilakukan meliputi: pertama, pemasyarakatan merupakan bagian dari sistem peradilan pidana terpadu yang mencakup pembimbingan dan pengawasan terhadap klien yang menjalani program reintegrasi sosial berupa pembebasan bersyarat yang dilakukan oleh pembimbing kemasyarakatan. Pembimbingan bertujuan membantu klien beradaptasi dan diterima kembali oleh masyarakat melalui program konseling, bimbingan kepribadian dan kemandirian, sedangkan pengawasan dilakukan untuk memastikan kepatuhan klien mengikuti pembimbingan dan mencegah terjadinya pelanggaran. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan sebagai penerapan community based correction. Kedua, Pengaturan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien dewasa di masa mendatang perlu mengedepankan pendekatan yang bersifat partisipatif dan berbasis kebutuhan individu melalui asesmen dan pelibatan masyarakat sehingga diberikan sesuai kebutuhan individu, didukung dengan regulasi yang kuat, sistem informasi terpadu, asesmen, serta peningkatan kapasitas pembimbing kemasyarakatan, kolaborasi antar lembaga dan keterlibatan masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan berfokus pada pemulihan dan pemberdayaan klien guna mencegah residivisme dan menghapus stigma negatif demi keberhasilan reintegrasi klien ke masyarakat

The objective of this research is to ascertain the implementation of guidance and supervision for parole clients in preventing recidivism and negative stigma, as conducted at Correctional Center Class II Nusakambangan and Correctional Center Class I Yogyakarta, as well as to delineate the ideal regulatory framework concerning the guidance and supervision of adult clients in mitigating recidivism and negative stigma in the future.

This research constitutes a normative-empirical study. The data employed in this research comprises primary sources obtained from informants and respondents, reinforced by secondary sources derived from primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The nature of this research falls within the category of descriptive study.

The findings of this research comprise the following: first, correctional services constitute an integral component of the integrated criminal justice system, encompassing guidance and supervision for clients undergoing social reintegration programs in the form of parole, conducted by correctional counselors. The guidance aims to assist clients in adapting and being reaccepted by the community through counseling, personal development, and selfreliance programs, whereas the supervision is intended to ensure clients’ compliance with guidance processes and prevent violations. These activities are carried out in collaboration with community-based correctional support groups, embodying the principles of communitybased correction. Second, the future regulatory framework for the guidance and supervision of adult clients must prioritize a participatory and needs-based approach, through assessment and community involvement, thereby enabling individualized support. This must be reinforced by robust regulations, an integrated information system, comprehensive assessment procedures, enhanced capacity of correctional counselors, inter-agency collaboration, and active community engagement. Such an approach is expected to center the implementation of activities on the recovery and empowerment of clients, thereby preventing

Kata Kunci : pembimbingan dan pengawasan, pencegahan tindak pidana, pembebasan bersyarat, residivis dan stigma negatif

  1. S2-2025-512965-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512965-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512965-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512965-title.pdf