Identity Formation and Role Confusion of Albus Potter in Harry Potter and the Cursed Child: A Psychoanalytic Study
Sintya Ulan Rahmawati, Muh. Arif Rokhman, M.Hum. Ph.D.
2025 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Skripsi ini menganalisis kebingungan peran dan pembentukan identitas yang dialami oleh Albus Potter, karakter utama dalam Harry Potter and the Cursed Child, dengan menggunakan teori psikososial Erik Erikson, khususnya pada tahap “Identitas versus Kebingungan Peran.” Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana beban warisan, keterasingan sosial, dan ketegangan antara ayah dan anak mempengaruhi perkembangan identitas remaja, seperti yang digambarkan melalui perjalanan psikologis Albus. Studi kualitatif ini menggunakan penelitian kepustakaan dan analisis tekstual sebagai metode penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Albus mengalami kebingungan peran yang dipengaruhi oleh ekspektasi yang diwariskan dan konflik interpersonal, terutama dengan ayahnya, Harry Potter. Dia berjuang dengan perasaan cemas, keterasingan sosial, dan perilaku kompulsif. Namun, melalui persahabatannya dengan Scorpius Malfoy, agen moral dan tanggung jawab, serta rekonsiliasi dengan ayahnya, Albus secara bertahap bertransisi menuju pembentukan identitas. Dia mulai mengembangkan penerimaan diri dan kapasitas untuk menentukan nilai-nilainya secara mandiri. Penggambaran perkembangan Albus menunjukkan bahwa identitas remaja adalah proses yang berkembang yang dipengaruhi oleh pilihan pribadi dan pengalaman interpersonal. Selain itu, drama ini menekankan pentingnya hubungan yang bermakna dan validasi emosional dalam membantu remaja bertransisi dari kebingungan menuju pembentukan pribadi yang lebih solid.
This paper analyzes the role confusion and identity formation experienced by Albus Potter, the main character in Harry Potter and the Cursed Child, using Erik Erikson’s psychosocial theory, particularly the stage of “Identity versus Role Confusion.” This study aims to explore how legacy burden, social alienation, and tensions between father and son affect adolescent identity development, as portrayed through Albus’s psychological journey. This qualitative study applies library research and textual analysis as the research method. The findings reveal that Albus undergoes role confusion influenced by inherited expectations and interpersonal conflict, especially with his father, Harry Potter. He struggles with feelings of anxiety, social alienation, and compulsive behavior. However, through his friendship with Scorpius Malfoy, moral agency and responsibility, and reconciliation with his father, Albus gradually transitions toward identity formation. He begins to develop self-acceptance and the capacity to define his values independently. The depiction of Albus's development demonstrates that adolescent identity is an evolving process influenced by both personal choices and interpersonal experiences. Furthermore, the play emphasizes the importance of meaningful relationships and emotional validation in helping adolescents transition from confusion to form a more solid identity.
Kata Kunci : Albus Potter, identity formation, role confusion, Erik Erikson, psychosocial theory