Laporkan Masalah

Evaluasi Kecernaan Nutrien Pakan Kuda dengan Penambahan Bungkil Inti Sawit (Palm kernel meal) Secara In Vitro

Diona Ade Nandini, Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Bungkil Inti Sawit (BIS) merupakan produk sampingan dari proses pengolahan inti sawit (kernel) menjadi minyak inti sawit yang ketersediaannya cukup melimpah dan memiliki potensi sebagai pakan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrien dan kecernaan bungkil inti sawit (BIS) sebagai bahan pakan pada ternak kuda. Perlakuan yang digunakan adalah ransum mengandung 0% BIS (T0), ransum mengandung 20% BIS (T1) dan formulasi pakan komersial (T2). Data yang diambil meliputi komposisi kimia dan Kecernaan Bahan Kering (KcBK). Hasil perlakuan yang menunjukkan perbedaan yang nyata (P <   0,05) Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia kandungan BK tertinggi pada perlakuan T0 yaitu 95,37%, kandungan BO tertinggi pada perlakuan T2 yaitu 88,89%, kandungan abu tertinggi pada perlakuan T1 yaitu 17,19%, kandungan PK tertinggi pada perlakuan T2 yaitu 7,71%, kandungan LK tertinggi pada perlakuan T0 yaitu 5,36%, kandungan SK tertinggi pada perlakuan T0 yaitu 21,15%, kandungan BETN tertinggi pada perlakuan T2 yaitu 61,64%, kandungan TDN tertinggi pada perlakuan T2 yaitu 74,87%. Hasil kecernaan bahan kering yang diperoleh berdasarkan penelitian berkisar antara 86,67 hingga 91,53%. Berdasarkan hasil dari penelitian ini penambahan bungkil inti sawit berbasis pakan lokal memiliki kecernaan yang tinggi sawit dapat dimanfaatkan menjadi bahan pakan alternatif dalam formulasi pakan kuda.



Palm kernel meal (PKM) was a by-product of palm kernel oil extraction, widely available and had potential as animal feed. This study aimed to evaluate the nutrient composition and dry matter digestibility of palm kernel meal (PKM) as a feed ingredient for horses. The treatments used in this study included a ration without PKM (T0), a ration containing 20% PKM (T1), and a commercial feed formulation (T2). The data collected included chemical composition and Dry Matter Digestibility (DMD). Treatments that showed significant differences (P <  0.05) were further analyzed using Duncan’s New Multiple Range Test. The results showed that the highest dry matter (DM) content was found in T0 (95.37%), the highest organic matter (OM) in T2 (88.89%), the highest ash content in T1 (17.19%), the highest crude protein (CP) in T2 (7.71%), the highest ether extract (EE) in T0 (5.36%), the highest crude fiber (CF) in T0 (21.15%), the highest nitrogen-free extract (NFE) in T2 (61.64%), and the highest total digestible nutrients (TDN) in T2 (74.87%). The dry matter digestibility values ranged from 86.67% to 91.53%. Based on the results of this study, the inclusion of palm kernel meal based on local feed sources showed high digestibility, indicating that palm kernel meal could be utilized as an alternative feed ingredient in horse feed formulation.

Kata Kunci : Bungkil inti sawit, in vitro, kuda, pakan konsentrat

  1. S1-2025-474585-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474585-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474585-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474585-title.pdf