Laporkan Masalah

Visualisasi Kajian Eksisting Pemilihan Lokasi Tempat Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas Menggunakan Story Maps

ARIEF RAHMAWATI, Dr. Sudaryatno, M.Si.

2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Permasalahan sampah di Kabupaten Banyumas semakin kompleks akibat meningkatnya jumlah penduduk, keterbatasan lahan pembuangan, serta penutupan TPA Gunung Tugel dan TPA Kaliori. Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menerapkan berbagai strategi untuk menangani permasalahan ini termasuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pemrosesan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lokasi fasilitas TPST/TPS 3R/PDU di Kabupaten Banyumas dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta mengembangkan media story maps sebagai sarana visualisasi dan edukasi publik. Metode yang digunakan ialah analisis spasial dengan teknik scoring, buffering, dan overlay terhadap enam parameter yaitu kerawanan bencana, kemiringan lereng, jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jarak ke permukiman, dan jarak ke jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 fasilitas TPST/TPS 3R/PDU atau 80?silitas telah berada pada lokasi yang sangat sesuai terdiri dari 12 TPST, 17 TPS 3R, dan 11 PDU. Sebanyak 20?silitas meliputi 8 TPS 3R dan 2 PDU berada pada lokasi sesuai. Selain itu, ArcGIS StoryMaps mampu menyajikan informasi pengelolaan sampah secara visual, interaktif, dan mudah diakses sehingga efektif sebagai media edukasi dan transparansi publik.

The waste problem in Banyumas Regency has become increasingly complex due to population growth, limited landfill space, and the closure of Gunung Tugel and Kaliori landfills. The Banyumas government has implemented various strategies to address these issues, including the development of Integrated Waste Processing Facilities (TPST) and the Environmentally and Educationally Based Final Waste Processing Site (TPA BLE). This research aims to analyze the suitability of TPST/TPS 3R/PDU facility locations in Banyumas Regency using a Geographic Information System (GIS) approach and to develop a story map as a medium for public visualization and education. The method used is spatial analysis with scoring, buffering, and overlay techniques on six parameters: disaster vulnerability, slope, population, population density, distance to settlements, and distance to roads. The results show that 40 facilities (80%), consisting of 12 TPST, 17 TPS 3R, and 11 PDU, are in highly suitable locations. The remaining 20% of facilities, comprising 8 TPS 3R and 2 PDU, are in suitable locations. Furthermore, ArcGIS StoryMaps can present waste management information in a visual, interactive, and easily accessible manner, making it an effective medium for public education and transparency.

Kata Kunci : Pengelolaan sampah, Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Lokasi, Story maps

  1. S1-2025-461446-abstract.pdf  
  2. S1-2025-461446-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-461446-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-461446-title.pdf