ANALISIS RELEVANSI METODE UJI USABILITAS PERFORMANCE MEASUREMENT DAN THINKING ALOUDDENGAN OBJEK PENELITIAN SISTEM OPERASIANDROID
Isharrizki Mulianda, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc. Ph.D., IPM. ASEAN. Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIUntuk melakukan berbagai macam pekerjaan, perangkat keras dilengkapi dengan sistem operasi atau biasa disingkat dengan OS. Berbagai variasi sistem operasi dapat kita temukan pada setiap perangkat keras yang bebas dipilih sesuai kebutuhan. Disamping itu, salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah aspek ergonomi, tujuannya agar sistem, organisasi, mesin atau tool yang akan digunakan aman, efisien serta nyaman bagi pengguna Untuk mengetahui tingkat ergonomi tersebut dilakukan uji usabilitas. Penelitian uji usabilitas sudah banyak dilakukan khususnya terhadap software, dimana disetiap penelitian erat kaitannya dengan metode penelitian usabilitas yang dibentuk oleh Nielsen (1993) yaitu usability engineering, metode tersebut sudah sangat lama dibuat namun masih banyak digunakan untuk uji usabilitas saat ini. Topik dalam penelitian ini adalah meneliti apakah jumlah responden pada metode uji usabilitas yang dikembangkan oleh Nielsen (1993) masih relevan apabila digunakan pada zaman sekarang. Metode yang diujikan adalah performance measurement dan thinking aloud sedangkan objek penelitian adalah sistem operasi yang sedang berkembang pada saat sekarang ini yaitu Android. Pengujian dimulai dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna Android untuk mengetahui task apa saja yang biasa dilakukan dengan perangkat tersebut. Task yang telah diperoleh digunakan untuk pengujian usabilitas pada novice user dengan menggunakan metode performance measurement dan thinking aloud. Data hasil penelitian akan dikelompokkan sesuai jumlah responden mulai dari 1 hingga 10. Masing-masing kelompok dilakukan pengambilan data responden secara random sebanyak 3 kali. Hasil masing-masing kelompok akan dibandingkan dengan data hasil penelitian jumlah responden yang ditetapkan oleh Nielsen (1993) hingga ditemukan kelompok jumlah responden yang mampu mewakili kesimpulan yang sama dengan ketetapan jumlah responden sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan apakah jumlah responden yang ditentukan Nielsen (1993) relevan untuk objek penelitian zaman sekarang. Kesimpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, untuk penelitian menggunakan metode performance measurement dengan objek sistem operasi Android, jumlah responden yang dibutuhkan yaitu sebanyak 9 orang. Jumlah ini berbeda apabila dibandingkan dengan jumlah responden yang ditetapkan oleh Nielsen (1993) sebelumnya yang sebanyak 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang lebih sedikit ternyata memberikan kesimpulan yang sama dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Sedangkan untuk metode thinking aloud, dengan jumlah responden yang lebih sedikit ternyata tidak mampu mewakili kesimpulan yang diperoleh dengan jumlah responden yang ditetapkan Nielsen (1993) yaitu 3 orang. Penelitian yang dilakukan dengan 1 hingga 2 orang responden hanya mampu mengidentifikasi 5 hingga 7 jenis masalah usabilitas, sedangkan dengan 3 hingga 10 responden masalah usabilitas yang ditemukan sebanyak 8 jenis.
Kata Kunci : usabilitas, jumlah responden, Android