Laporkan Masalah

Analisis proses penyusunan rencana strategis Kabupaten Tegal Tahun 2004-2009

HADIYANTO, Pimpin Surono, Prof.Dr. Warsito Utomo

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan Renstra Kabupaten Tegal Tahun 2004 – 2009. Dalam hal ini peneliti mengkaji antara konsep/teori (das-sein ) dengan kenyataan yang ditemukan (das-sollen) dalam penyusunan Renstra tersebut, dengan maksud untuk memberikan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam penyempurnaan Renstra lebih lanjut. Analisis ini berpijak pada 9 (sembilan) langkah penyusunan Renstra, yaitu: (1) melakukan kesepakatan awal, (2) merumuskan mandat, (3) merumuskan visi, (4) merumuskan misi, (5) menganalisis kondisi internal, (6) menganalisis kondisi eksternal, (7) menentukan isu-isu strategis, (8) merumuskan strategi, kebijakan, dan program-program strategis, dan (9) menetapkan prinsip-prinsip implementasi strategi. Dari hasil analisis, selanjutnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kesepakatan awal penyusunan Renstra Kabupaten Tegal lebih didominasi oleh pihak eksekutif dan legeslatif, sedangkan stakeholders lainnya tidak dilibatkan. Dalam hal ini penyusunan Renstra lebih dititik beratkan pada sisi legal formal (PP Nomor 108 Tahun 1999 tentang Tatacara Pertanggungjawaban Kepala Daerah), yang mana satu bulan setelah Kepala Daerah dilantik, daerah harus sudah menetapkan Renstra; (2) Rumusan visi sebagaimana tercantum dalam Renstra Kabupaten Tegal (“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tegal yang Bertakwa, Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Demokratis”) menjadi absurd/tidak terfokus, tanpa secara tegas menyatakan kapan hal tersebut akan dicapai. Rumusan visi tersebut juga terlalu universal, tanpa nilai-nilai filosofis yang menggambarkan karakteristik Kabupaten Tegal yang ingin dilestarikan. Dengan demikian visi Kabupaten Tegal kehilangan “ruh”nya; (3) Dalam hal penentuan isu-isu strategis Renstra Kabupaten Tegal ditemukan “the missing link problem ”. Hal ini menunjuk pada kegagalan dalam menghubungkan evaluasi terhadap faktor eksternal dengan internal; (4) Perumusan strategi dalam Renstra Kabupaten Tegal lebih didasarkan pada misi-misi. Hal ini mengakibatkan strategi, kebijakan, dan program strategis kembali melebar (tidak terfokus). Hal ini mengakibatkan hilangya substansi kestrategisan perencanaan; (5) Satu kelebihan dari proses penyusunan Renstra Kabupaten Tegal adalah telah dibahas dan dicantumkannya prinsip-prinsip implementasi strategi sampai dengan pengevaluasian efektivitas kinerja pemerintah; (6) Penyusunan Renstra Kabupaten Tegal Tahun 2004 – 2009 ternyata masih mengarah pada kegiatan formalitas semata, tanpa melihat lebih jauh tentang hasil yang hendak dicapai.

This research aim’s to know how the strategic planning process of Tegal Regency in the year 2004 – 2009. In this case, researcher inspects between concept / theory (das - sein ) with the fact found (das – sollen ) in the strategic planning, in purpose to give idea to Tegal Regency government in perfecting further strategic planning. This analysis stands on nine steps strategic plan form : (1) initiating and agreeing on a Strategic Planning Process (2) identififying organizational mandates (3) establish an effective organizational vision (4) Clarify organizational mission (5) assess the organization’s internal environments (6) assess the organization’s external environments (7) identify the strategic issues facing the organization (8) formulating strategy, policy and strategic programs and (9) develop an effective implementation process. From the result of analysis, then it can be concluded that (1) The first agreement of strategic planning of Tegal Regency is more dominated by executives and legislatives, on the other hand other “ stakeholders “ are not involved . In this case, strategic planning is more emphasized on formal legal side ( Government Regulation number 108 year 1999 about Customs and Manners of the Head of Regency Responsibility ) . A month after the Head of Regency installed, region should have determined strategic planning.(2) Vision formulation as stated in strategic planning of Tegal Regency ( “ Forming Tegal Regency Society to be devout, progressive, prosperous, autonomous and democratic “ ) become absurd / not focus without stating firmly when it will be achieved. Point of view formula is too universal, without philosophy manners that describing Tegal Regency Characteristic to be preserved . Thus, Tegal Regency point of view is lost of “ its soul “ (3) in formulating strategic planning of Tegal Regency rumors found “ the missing link problem “ (4) strategy formula in Tegal Regency is more based on missions . It causes strategy, policy, and strategic program are stretching again ( not focus ) .It causes losing of strategic (5) one strength from the process of strategic planning of Tegal Regency is strategy implementation principals to evaluation of effective government’s works have been discussed and stated (6) factually, strategic planning of Tegal Regency is still aimed for formality.

Kata Kunci : Pemerintah Daerah TkII,Penyusunan Rencana Strategis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.