Laporkan Masalah

Dampak Asimetris Volatilitas Harga Minyak terhadap Imbal Hasil Saham: Studi pada Negara-negara Pengekspor Minyak dengan Pendekatan Regresi Kuantil

Chairunnisa Amardi, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Penelitian ini menganalisis pengaruh volatilitas harga minyak terhadap imbal hasil saham di tujuh negara pengekspor minyak menggunakan regresi kuantil dengan data bulanan periode Juni 2007 hingga Desember 2024. OVX digunakan sebagai proksi ketidakpastian harga minyak, sementara VIX sebagai indikator ketidakpastian pasar global. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh OVX bersifat tidak linier dan asimetris di seluruh distribusi imbal hasil saham. Dampak negatif yang signifikan muncul pada kuantil bawah di Arab Saudi, Rusia, Nigeria, dan Meksiko, serta pada kuantil atas di UEA, sementara Kanada menunjukkan dampak positif yang signifikan pada kuantil atas. Nigeria tercatat sebagai negara paling sensitif terhadap volatilitas harga minyak. Selain itu, analisis komparatif membagi ketujuh negara tersebut ke dalam tiga kelompok, yaitu pola upward trend (Arab Saudi, Rusia, Kanada, dan Meksiko), pola U-shaped (Kuwait dan UEA), dan pola rentan (Nigeria). Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan regresi kuantil dalam menangkap dinamika yang heterogen antarnegara dan antarkondisi pasar.

This study investigates the impact of oil price volatility on stock returns across seven oil-exporting countries using a quantile regression approach with monthly data from June 2007 to December 2024. OVX is employed as a proxy for oil price uncertainty, while the VIX captures global market uncertainty. The results show that the effect of OVX is nonlinear and asymmetric across the distribution of stock returns. A significant negative impact appears at lower quantiles in Saudi Arabia, Russia, Nigeria, and Mexico, as well as at the upper quantile in the UAE, while Canada shows a significant positive impact at the upper quantile. Nigeria is identified as the most sensitive country to oil price volatility. In addition, the comparative analysis classifies the seven countries into three groups: an upward trend pattern (Saudi Arabia, Russia, Canada, and Mexico), an U-shaped pattern (Kuwait and UAE), and a vulnerable pattern (Nigeria). These findings highlight the relevance of quantile regression in capturing heterogeneous dynamics across countries and varying market conditions.

Kata Kunci : Volatilitas Harga Minyak, Imbal Hasil Saham, Regresi Kuantil

  1. S1-2025-474201-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474201-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474201-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474201-title.pdf