PENGARUH PENAMBAHAN PREMIX PADA RANSUM BERBASIS BUNGKIL NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum) TERHADAP KARAKTERISTIK FERMENTASI RUMEN DAN KINERJA PRODUKSI DOMBA EKOR TIPIS
Muhammad Aji Prasetyo, Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Dimas Hand Vidya Paradhipta, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan premix pada ransum berbasis bungkil nyamplung (Calophyllum inophyllum) terhadap karakteristik fermentasi rumen dan kinerja produksi domba ekor tipis. Penelitian ini dilakukan dengan metode in vivo, menggunakan analisis independent t-test untuk menganalisis karakteristik rumen dan analisis Randomized Complete Block Design (RCBD) untuk kinerja produksi domba ekor tipis. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10 domba ekor tipis yang berumur 4 bulan dan bobot badan 17 sampai 18 kg dengan pemeliharaan selama 3 bulan. Bahan pakan yang digunakan terdiri dari bungkil nyamplung, jagung giling, pollard, bekatul, dan soybean meal. Domba dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yang berbeda dengan tiga kali replikasi yang meliputi P1 (Pakan dengan level Calophyllum inophyllum (30%) yang mengandung PK sebesar 16,78?n TDN 54,88?lam BK) dan P2 (Pakan dengan level Calophyllum inophyllum (30%) + Premix booster (1%) yang mengandung PK sebesar 14,42?n TDN 54,67?lam BK). Data yang diamati pada penelitian ini yaitu konsentrasi volatile fatty acid (VFA), nilai pH, kandungan amonia dan konsentrasi protein mikroba serta pertambahan bobot badan harian (PBBH) domba ekor tipis mulai dari masa adaptasi hingga periode pemotongan. Metode pengambilan sampel rumen dilakukan dengan mengambil cairan rumen domba yang sudah disembelih dan untuk pengambilan data konsumsi pakan dilakukan dengan koleksi sisa pakan. Perlakuan P2 dapat meningkatkan konsentrasi amonia (P<0>0,05) dan konsentrasi butirat (P>0,05). Selain itu, perlakuan P2 dapat meningkatkan konsumsi BK konsentrat (P<0>0,05), total konsumsi BK pakan (P>0,05), dan PBBH (P>0,05), serta nilai konversi pakan (P>0,05). Penambahan premix mineral sebanyak 1?lam ransum berbasis bungkil nyamplung dapat meningkatkan karakteristik fermentasi rumen, akan tetapi belum dapat meningkatkan produktivitas domba ekor tipis secara keseluruhan.
This study aims to determine the effect of adding premix to a diet based on nyamplung cake (Calophyllum inophyllum) on rumen fermentation characteristics and the production performance of thin-tailed sheep. This study was conducted using an in vivo method, employing an independent t-test to analyze rumen characteristics and a Randomized Complete Block Design (RCBD) for the production performance of thin-tailed sheep. The materials used in this study were 10 thin-tailed sheep aged 4 months and weighing 17 to 18 kg, maintained for 3 months. The feed ingredients used consisted of nyamplung cake, ground corn, pollard, bran, and soybean meal. The sheep were divided into two treatment groups with three replications, including P1 (feed with a Calophyllum inophyllum level (30%) containing 16.78% crude protein (CP) and 54.88% total digestible nutrients (TDN) in crude fiber (CF)) and P2 (feed with a Calophyllum inophyllum level (30%) + Premix booster (1%) containing 14.42% crude protein and 54.67% TDN in the diet). The data observed in this study included volatile fatty acid (VFA) concentration, pH value, ammonia content, microbial protein concentration, and daily weight gain (DWG) of thin-tailed sheep from the adaptation period until the slaughter period. Rumen sampling was conducted by collecting rumen fluid from slaughtered sheep, and feed intake data was collected by collecting feed residues. Treatment P2 increased ammonia concentration (P<0>0.05) or butyrate concentration (P>0.05). Additionally, treatment P2 increased concentrate feed intake (P<0>0.05), total feed intake (P>0.05), and PBBH (P>0.05), as well as feed conversion efficiency (P>0.05). The addition of 1% mineral premix in a nyamplung cake-based diet can improve rumen fermentation characteristics but has not yet been shown to enhance overall productivity in thin-tailed sheep.
Kata Kunci : Bungkil nyamplung, Domba Ekor Tipis, Karakteristik fermentasi rumen, Mikro Mineral.