Analisis Pengubahan Double Breaker Double Busbar Pada Gardu Induk Medari Terhadap Keandalan Jaringan Transmisi 150 kV
Marshell Gibran Widyant Prasetyo, Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA ELEKTRO
Gardu induk memegang peranan penting dalam menjaga kontinuitas dan keandalan sistem transmisi tenaga listrik. Seiring meningkatnya kebutuhan sistem yang andal dan fleksibel, konfigurasi jaringan menjadi aspek strategis dalam perencanaan sistem tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan konfigurasi jaringan menjadi Double Breaker Double Busbar (DBDB) di Gardu Induk Medari terhadap keandalan sistem transmisi. Metode yang digunakan meliputi pemodelan sistem eksisting dan skenario perencanaan dengan konfigurasi DBDB menggunakan perangkat lunak DigSILENT PowerFactory 2021. Evaluasi dilakukan melalui simulasi aliran daya, analisis kontingensi N-1, dan kajian stabilitas tegangan pada busbar GI Medari. Skenario uprating penghantar juga diterapkan untuk mengantisipasi pembebanan berlebih dalam kondisi kontingensi dengan mengganti penghantar eksisting ACSR 240 mm² menjadi ACCC Lisbon 310 mm². Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi existing, sistem belum mampu menjaga pembebanan saluran dalam batas aman saat terjadi gangguan, dan tegangan beroperasi mendekati batas bawah. Penerapan konfigurasi DBDB memberikan perbaikan distribusi beban dan meningkatkan fleksibilitas sistem, namun belum sepenuhnya mengatasi pembebanan berlebih pada semua skenario kontingensi. Kombinasi DBDB dan uprating terbukti paling efektif dalam meningkatkan keandalan, ditunjukkan dengan penurunan pembebanan hingga di bawah 60%, peningkatan tegangan busbar GI Medari hingga 0,9723 p.u., serta margin stabilitas tegangan yang tetap jauh di bawah 90?ri daya kritis. Perubahan konfigurasi jaringan dan peningkatan kapasitas saluran melalui uprating dapat menjadi solusi teknis yang efektif untuk meningkatkan keandalan sistem transmisi di Gardu Induk Medari.
Substations play an important role in maintaining the continuity and reliability of the power transmission system. As the need for a reliable and flexible system increases, network configuration becomes a strategic aspect in power system planning. This study aims to analyze the effect of changing the network configuration to a Double Breaker Double Busbar (DBDB) at Medari Substation on the reliability of the transmission system. The methods used include modeling the existing system and planning scenarios with the DBDB configuration using DigSILENT PowerFactory 2021 software. The evaluation was carried out through load flow simulation, N-1 contingency analysis, and voltage stability study at the GI Medari busbar. A conductor uprating scenario was also applied to anticipate overloading in contingency conditions by replacing the existing 240 mm² ACSR conductor with 310 mm² ACCC Lisbon. The analysis results show that under existing conditions, the system has not been able to keep the line loading within safe limits when a fault occurs, and the voltage operates close to the lower limit. The application of the DBDB configuration provides improved load distribution and increases system flexibility, but has not fully addressed overloading in all contingency scenarios. The combination of DBDB and uprating proved to be the most effective in improving reliability, indicated by a decrease in loading to below 60%, an increase in GI Medari busbar voltage to 0.9723 p.u., and a voltage stability margin that remained well below 90% of critical power. Changes in network configuration and increased line capacity through uprating can serve as effective technical solutions to enhance the reliability of the transmission system at the Medari Substation.
Kata Kunci : Gardu Induk, Double Breaker Double Busbar, Keandalan, Kontingensi N-1, Stabilitas Tegangan, Aliran Daya.