Analisis Pelaksanaan Konstruksi Gedung Bertingkat dengan Struktur Beton Bertulang Pracetak
Annisa Risqi Maqfira, Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., IPM, ASEAN.Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Metode konstruksi pracetak telah banyak diterapkan dalam pembangunan gedung bertingkat karena menawarkan kecepatan pelaksanaan dan mutu yang terkendali dibandingkan metode cor in-situ. Namun, fase erection pracetak di lapangan seringnya menjadi sumber keterlambatan konstruksi akibat inefisiensi dalam penjadwalan, strategi alur dan pergerakan alat berat, dan perencanaan logistik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi efisiensi metode pracetak yang berfokus pada fase erection dengan konsep perencanaan dan simulasi penjadwalan konstruksi.
Penelitian dilakukan pada proyek bangunan gedung bertingkat delapan lantai dengan sistem struktur pracetak dengan sambungan korbel baja. Simulasi penjadwalan erection terbagi atas delapan skenario yang mempertimbangkan posisi crane, pembagian zona kerja, variasi idle time (10-30%), dan penempatan buffer time (lag antar zona 0,5 hari). Aktivitas selama proses erection dikaji dengan kategori Value Added (VA), Non-Value Added (NVA), dan Required Non-Value Added (NVAR) mengacu prinsip lean construction. Output hasil simulasi dibandingkan dengan durasi metode cor in-situ proyek eksisting sebagai acuan.
Hasil penelitian menunjukkan komponen idle time berdampak langsung secara signifikan terhadap durasi total proyek dibandingkan dengan buffer time. Pada skenario tanpa aktivitas non-produktif, efisiensi waktu konstruksi pracetak mencapai 17,62% lebih unggul dari metode cor in-situ. Namun, keunggulan konstruksi pracetak berkurang drastis atau bahkan lebih lambat dari metode cor in-situ pada skenario dengan variasi idle tinggi (hingga 30%) dan pemberian buffer secara penuh. Komposisi aktivitas dengan nilai rasio VA di atas 80% umumnya terjadi pada skenario dengan idle moderat dan penerapan buffer secara terbatas (partial buffer). Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi dari metode konstruksi pracetak sangat bergantung pada alokasi nilai idle dan buffer yang proporsional. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi dalam merencanakan metode erection yang adaptif terhadap kondisi lapangan dan keterbatasan ruang kerja pada proyek bangunan gedung bertingkat.
Kata Kunci : metode konstruksi pracetak, erection, idle, buffer, lean construction, penjadwalan proyek