Laporkan Masalah

Peran Pemerintah Daerah Membangun Sinergi Kelembagaan dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal untuk Mewujudkan Pengembangan Pariwisata (Desa Wisata Giyanti)

LIA HERAWATI, Rizky Septiana Widyaningtyas, S.H., M.Kn.

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Pemerintah Daerah membangun sinergi kelembagaan dalam pengembangan kepariwisataan di Desa Wisata Giyanti berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 18 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wonosobo Tahun 2017-2032 dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam membangun sinergi kelembagaan untuk mewujudkan pengembangan kepariwisataan di Desa Wisata Giyanti. 

    Penulis menggunakan metode penelitian empiris dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder yang didapat dari studi kepustakaan. Hasil penelitian ini akan disajikan dalam suatu laporan yang bersifat deskriptif kualitatif. 

    Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disampaikan sebagai berikut, dalam membangun sinergi kelembagaan, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengembangan Desa Wisata Giyanti sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wonosobo Tahun 2017-2032. Pemerintah Daerah berperan dengan menetapkan regulasi formal, memfasilitasi promosi desa wisata, menyelenggarakan event strategis, serta memberikan dukungan anggaran. Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Pemerintah Daerah juga memfasilitasi berbagai program pelatihan dan membentuk forum komunikasi. Partisipasi aktif masyarakat tercermin melalui keterlibatan dalam pengelolaan Desa Wisata Giyanti serta keikutsertaan dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya. Tantangan utama dalam pengembangan Desa Wisata Giyanti adalah untuk terus menjaga eksistensi desa wisata sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan visi Kabupaten Wonosobo 2045 untuk menjadi Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Intervensi konflik internal, unsur politik, dan belum optimalnya dukungan moral akan menghambat sinergi kelembagaan dalam pemberdayaan masyarakat lokal untuk mewujudkan pengembangan Desa Wisata Giyanti.

    This research aims to determine the role of the Regional Government in building institutional synergy in the development of tourism in Giyanti Tourism Village, based on Wonosobo Regency Regional Regulation Number 18 of 2017 concerning the Master Plan for Tourism Development of Wonosobo Regency for 2017-2032, and to identify the obstacle faced by the Regional Government in establishing institutional synergy to realize tourism development in Giyanti Tourism Village.

    The authors use research methods in the form of empirical research with primary data obtained through interviews and secondary data from literature studies. The results of this research will be presented in a descriptive qualitative report.

    The result of the research is, in building institutional synergy, the Regional Government of Wonosobo Regency specifically the Department of Tourism and Culture together with the community, actively participates in the development OF Giyanti Tourism Village in line with the Wonosobo Regency Tourism Development Master Plan for 2017-2032. The Regional Government plays a role by establishing formal regulations, facilitating the promotion of the tourism village, organizing strategic events, and providing budgetary support. To enhance human resource capacity, the Regional Government also facilitates various training programs and establishes communication forums. Active community participation is reflected in the involvement in the management of Giyanti Tourism Village and their engagement in various cultural preservation activities. The main challenge in the development of Giyanti Tourism Village is to continuously maintain its existence as part of the efforts to realize Wonosobo Regency’s 2045 vision of becoming a Leading Agribusiness and Tourism in Central Java that is Advanced, Prosperous, and Sustainable. Intervention by internal conflicts, political elements, and the lack of optimal moral support will hinder institutional synergy in empowering the local community to achieve the development of Giyanti Tourism Village. 

Kata Kunci : Kata Kunci: Pemerintah Daerah, Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat Lokal, Pengembangan Desa Wisata.

  1. S1-2025-455074-abstract.pdf  
  2. S1-2025-455074-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-455074-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-455074-title.pdf