Hubungan Usia dan Jenis Kelamin Dengan Status Karies Gigi Pada Anak usia Prasekolah (Kajian di TK Negeri 2 Yogyakarta)
Maria Rosalina Gebze, Dr. Leny Pratiwi Aries Dandy, S.Kp.G., MDSc ; Bekti Nur'aini, S.Kp.G., MPH
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia prasekolah adalah karies gigi. Karies gigi merupakan kerusakan pada jaringan gigi, email detin dan sementum lalu ke pulpa. Karies gigi terjadi karena bakteri mengubah sukrosa yang berada lama dirongga mulut menjadi asam. Asam yang dihasilkan akan merusak struktur gigi dan gigi menjadi karies dengan cara menghilangkan mineral kalsium dan fosfat pada enamel gigi untuk memudahkan kerusakan lapisan gigi hingga ke akar gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan status karies gigi pada anak usia prasekolah.
Jenis penelitian ini menggunakan metode potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data sekunder berupa dokumen digital yang tercatat data responden anak TK Negeri 2 Yogyakarta. Teknik penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 101 orang dengan rentang usia 4 hingga 6 tahun 8 bulan. Jumlah anak laki-laki 46 (45.5%) dan anak perempuan 55 (54.%). Kelompok usia dan jenis kelamin dilakukan uji hubungan dengan skor dmf-t menggunakan uji r untuk mengetahui apakah usia dan jenis kelamin berhubungan langsung dengan status karies pada anak usia prasekolah.
Hasil penelitian menunjukkan status karies anak TK Negeri 2 Yogyakarta berdasarkan usia yaitu tidak terdapat hubungan dengan nilai p>0.717 dan jenis kelamin juga tidak adanya hubungan yang signifikan dengan nilai p>0.562. Kesimpulan: usia dan jenis kelamin tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan status karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Negeri 2 Yogyakarta.
A common oral health problem experienced by preschool children is dental caries. Dental caries is damage to tooth tissue, including enamel, detin, and cementum, which then progresses to the pulp. Dental caries occurs when bacteria convert sucrose, which has been present for a long time in the oral cavity, into acid. The resulting acid damages tooth structure and causes caries by removing calcium and phosphate minerals from the enamel, facilitating the breakdown of the tooth layer down to the root. The purpose of this study was to determine the relationship between age and gender and dental caries status in preschool children.
This study used a cross-sectional method using secondary data in the form of digital documents recorded by respondents from Kindergarten 2 Yogyakarta. The research technique used total sampling. There were 101 respondents, aged 4 to 6 years and 8 months. There were 46 boys (45.5%) and 55 girls (54%). Age and gender groups were tested using dmf-t scores using the r test to determine whether age and gender were directly related to caries status in preschool children.
The results of the study showed that the caries status of children at State Kindergarten 2 Yogyakarta based on age was not related with a p value of >0.717 and there was also no significant relationship between gender with a p value of >0.562. Conclusion: Age and gender do not have a significant relationship with the dental caries status of preschool children at State Kindergarten 2 Yogyakarta.
Kata Kunci : Usia, Jenis Kelamin, Status Karies