Too Young to Mother, Too Soon to Work: The Long-Run Socioeconomic Consequences of Adolescent Childbearing in Indonesia
Grace Zefanya Octovella Situmorang, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini menyelidiki dampak kausal kehamilan remaja terhadap hasil jangka panjang perempuan dalam aspek pendidikan, pasar tenaga kerja, dan keluarga di Indonesia. Menggunakan data pooled cross-section dari IFLS gelombang 3–5 dan pendekatan quasi-eksperimental IV dengan keguguran sebagai instrumen, studi ini menganalisis 8.528 perempuan yang mengalami kehamilan pertama sebelum usia 24 tahun dan mengatasi potensi endogenitas dalam mengestimasi efek dari menjadi ibu di usia remaja. Temuan menunjukkan bahwa kehamilan remaja secara signifikan mengurangi rata-rata lama sekolah sebesar 1.6—2.3 tahun dan kemungkinan menyelesaikan pendidikan menengah atas sebesar 24,7 pp. Selain itu, kehamilan remaja diasosiasikan dengan penurunan pengeluaran rumah tangga per kapita sebesar 47,8%, serta meningkatkan kemungkinan menikah hingga 40 pp, bercerai sebesar 5,1 pp, dan 2 anak lebih banyak. Eksplorasi menunjukkan efek limpahan terhadap pasangan dan anak, termasuk 1,5 tahun pendidikan lebih rendah, kemungkinan 16% lebih rendah untuk berpendidikan tinggi, dan pendapatan pasangan yang lebih rendah, serta kerugian kognitif pada anak, dengan skor z kognitif yang 1,29 standar deviasi lebih rendah. Temuan ini menyoroti kerugian jangka panjang lintas generasi dari kehamilan remaja. Kebijakan perlu difokuskan pada pencegahan, dukungan bersekolah, layanan penitipan anak, pengembangan anak usia dini, dan pemenuhan hak reproduksi untuk memutus rantai kerugian dan mendorong pembangunan modal manusia yang inklusif di Indonesia.
This study investigates the causal impact of adolescent motherhood on women's long-term educational, labor market, and family outcomes in Indonesia. Using pooled cross section data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) waves 3–5 and employing a quasi-experimental instrumental variable approach with miscarriage as an instrument, this study focuses on 8,528 women who experienced their first pregnancy before age 24 and addresses potential endogeneity in estimating the effect of early childbearing. The findings demonstrate that adolescent motherhood significantly reduces years of schooling by 1.6—2.3 years and lowers the probability of high school completion by 24.7 percentage points. It is also associated with a 47.8% reduction in household expenditure per capita and increases the likelihood of marriage by up to 40 percentage points, divorce by 5.1 percentage points, and total live births by around 2 children. Additional evidence reveals spillover effects on spouses and children, including 1.5 fewer years of education, a 16% lower likelihood of higher education participation, reduced earnings among partners, and consistent cognitive disadvantages in children, with cognitive z-scores 1.29 standard deviations lower. These findings underscore the lasting intergenerational disadvantages of teenage motherhood. Policies should focus on prevention, school retention, childcare access, early childhood support, and improved reproductive rights to break the cycle of disadvantage and promote inclusive human capital development in Indonesia.
Kata Kunci : Teenage Mother, Adolescent Childbearing, Human Capital, Indonesia Family Life Survey (IFLS), Instrumental Variable