Pengaruh Media Edukasi Leaflet Digital terhadap Peningkatan Pengetahuan Kebiasaan Buruk Oral dan Dampaknya terhadap Maloklusi Gigi pada Mahasiswa Non Kesehatan
Vika Tutik Nur Dayani, Dr. drg. Niswati Fathmah R, M.D.Sc, Sp.Ort. ; drg. Yanuarti Retnaningrum, Sp.Ort., Subsp.DDPK(K)
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Kebiasaan buruk oral seperti menghisap jari, mendorong lidah, bernapas melalui mulut, menggigit kuku, dan bruksisme merupakan perilaku yang sering dilakukan secara berulang dan dapat berdampak pada perubahan struktur rongga mulut serta menyebabkan maloklusi. Maloklusi adalah kelainan susunan gigi yang memengaruhi fungsi pengunyahan, estetika wajah, serta kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi leaflet digital terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa non kesehatan mengenai kebiasaan buruk oral dan dampaknya terhadap maloklusi gigi.
Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest, melibatkan 32 mahasiswa non kesehatan Universitas Gadjah Mada yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian leaflet digital berisi materi edukasi terkait kebiasaan buruk oral dan dampaknya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan responden dari 8,09 sebelum intervensi menjadi 9,09 setelah intervensi, dengan peningkatan sebesar 12,36%. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan hasil signifikan dengan p < 0>leaflet digital. Penelitian ini membuktikan bahwa media leaflet digital efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa non kesehatan mengenai kebiasaan buruk oral dan risiko maloklusi. Leaflet digital dinilai praktis, mudah diakses, dan mampu menyampaikan materi edukasi secara menarik serta efektif. Disarankan penelitian lanjutan dilakukan dengan desain longitudinal untuk mengukur retensi pengetahuan jangka panjang dan perubahan perilaku, serta perbandingan dengan media edukasi digital lainnya seperti video interaktif atau aplikasi edukatif.
Oral bad habits such as thumb sucking, tongue thrusting, mouth breathing, nail biting, and bruxism are repetitive behaviors that may alter the oral cavity’s structure and contribute to dental malocclusion. Malocclusion is an abnormal alignment of teeth, affecting masticatory function, facial aesthetics, and overall quality of life.
This study aimed to evaluate the effect of digital leaflet health education on improving knowledge about oral bad habits and their impact on dental malocclusion among non-health students. This quasi-experimental study employed a one-group pretest-posttest design involving 32 non-health students from Universitas Gadjah Mada selected through purposive sampling. The intervention consisted of providing a digital leaflet containing educational material on oral bad habits and their consequences.
Findings showed an increase in mean knowledge scores from 8.09 before intervention to 9.09 post-intervention, representing a 12.36% improvement. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded significant results with p < 0>
Kata Kunci : Kata Kunci: leaflet digital, kebiasaan buruk oral, maloklusi, pengetahuan, mahasiswa non kesehatan.