Laporkan Masalah

ANALISIS PERMUKIMAN BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BUGISAN, KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN KLATEN (Studi Kasus di Padukuhan Plaosan)

Safa Arub Nadia, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Masifnya perkembangan aktivitas pariwisata berdampak pada dinamika perubahan lingkungan, ekonomi, dan sosial di area sekitar objek wisata, termasuk permukiman yang berdekatan. Lokasi objek wisata yang berdekatan dengan kawasan permukiman memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi masyarakat setempat, seperti perubahan penggunaan lahan, pergeseran budaya lokal, kesenjangan sosial, ketergantungan ekonomi pada sektor pariwisata yang menimbulkan kerentanan ekonomi, serta perubahan struktur permukiman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberlanjutan permukiman di Desa Bugisan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pengumpulan data secara purposive di Desa Bugisan sebagai lokasi utama pengamatan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive di Padukuhan Plaosan, yang berada dalam satu lingkup kawasan wisata Candi Plaosan dan menerima dampak paling nyata dari aktivitas pariwisata. Pengolahan data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, skoring, dan analisis Multidimensional Scaling (MDS) menggunakan perangkat lunak Rapfish. Selain itu, untuk mengetahui tingkat sensitivitas masing-masing faktor terhadap indeks keberlanjutan, dilakukan analisis leverage attributes menggunakan software yang sama.

Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan permukiman di Desa Bugisan mencapai 73,66%, yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Rincian indeks per dimensi adalah lingkungan sebesar 79,98%, sosial 56,69%, dan ekonomi 82,31%. Faktor yang paling memengaruhi keberlanjutan adalah pendapatan masyarakat, akses terhadap fasilitas kesehatan, dan partisipasi dalam pengelolaan pariwisata. Ketidakseimbangan pada dimensi sosial menunjukkan perlunya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan guna mewujudkan permukiman yang berkelanjutan.



The rapid growth of tourism activities has led to dynamic changes in the environmental, economic, and social aspects of areas surrounding tourist attractions, including nearby residential settlements. The proximity of tourist sites to residential areas has a significant impact on local communities, such as changes in land use, shifts in local cultural practices, social inequality, economic dependency on the tourism sector which leads to economic vulnerability, and alterations in settlement structures. The purpose of this study is to assess the level of settlement sustainability in Bugisan Village and to identify the factors that influence its sustainability.

This research employed observation and interview methods, with data collected purposively in Bugisan Village as the primary observation area. The sampling technique was also purposive, focusing on Padukuhan Plaosan, which lies within the Candi Plaosan tourism area and receives the most visible impacts from tourism activities. Data analysis involved validity and reliability tests, scoring, and Multidimensional Scaling (MDS) analysis using the Rapfish software. Additionally, leverage attributes analysis was conducted using the same software to determine the sensitivity level of each factor influencing the sustainability index.

The analysis results show that the sustainability index of residential settlements in Bugisan Village reached 73.66%, which falls under the "moderately sustainable" category. The dimensional index scores were 79.98% for the environmental dimension, 56.69% for the social dimension, and 82.31% for the economic dimension. The most influential factors on sustainability were household income, access to health facilities, and participation in tourism management. The imbalance found in the social dimension highlights the need for community empowerment and improved access to health services to achieve sustainable settlements.


Kata Kunci : Permukiman Berkelanjutan, Multidimensinal Scaling, Desa Wisata, Pembangunan Berkelanjutan, Bugisan/: Settlement sustainability, Multidimensional Scaling, Tourism Village, Sustainable Development, Bugisan

  1. S1-2025-481098-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481098-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481098-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481098-title.pdf