Laporkan Masalah

Pengembangan Sistem Pemantauan Kadar Saturasi Oksigen Dalam Darah, Suhu Tubuh dan Aktifitas Jantung Berbasis IoT

Muhammad Fa'iz Nashrullah, Prof. Dr.techn. Ahmad Ashari, M.I.Kom.

2025 | Skripsi | ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

Teknologi pemantauan parameter-parameter kesehatan tubuh manusia sudah ada dalam berbagai macam tipe dan bentuk. Mulai dari alat EKG atau elektrokardiogram, alat pemantau respirasi, tekanan darah, suhu tubuh dan lain-lain. Kegiatan pemantauan parameter kesehatan tubuh manusia merupakan suatu hal yang penting untuk meningkatkan kualitas perawatan orang sakit. Mulai dari deteksi gangguan kesehatan lebih awal, dengan begitu dapat melakukan diagnosa yang lebih tepat sasaran. Akan tetapi, lain ceritanya apabila seseorang yang sedang dipantau parameter kesehatannya mengidap penyakit berbahaya dan mudah menular, contohnya seperti saat pandemi beberapa tahun lalu. Maka dari itu diperlukannya proses pemantauan parameter kesehatan secara berjarak atau jarak jauh untuk mengurangi potensi menularnya penyakit dari seseorang yang mengidap penyakit berbahaya dan mudah menular tersebut. Penelitian ini menggunakan sebuah sistem pemantauan kadar saturasi oksigen dalam darah, suhu tubuh dan aktifitas jantung berbasis IoT. Dengan implementasi IoT atau Internet of Things pada sistem, memungkinkan pengiriman data hasil baca sensor SpO2, suhu tubuh dan aktifitas jantung ke platform IoT, Thingsboard, menggunakan protokol komunikasi MQTT. Apabila nilai SpO2 dan suhu tubuh berada dalam rentang tidak normal, maka akan mengaktifkan alarm peringatan dalam Thingsboard. Data-data tersebut akan ditampilkan menggunakan dashboard pada Thingsboard yang dapat diakses melalui browser internet maupun aplikasi gawai.

Health monitoring technologies has been developed into various forms, including ECG or Electrocardiogram machine, respiration monitoring machine, blood pressure, body temperature and other kinds of health monitoring machines. The act of health monitoring is crucial for improving patient care. Starting with early detection of various health problems so that it improves the accuracy of diagnosis. But it's a different story if the patient is diagnosed with a dangerous and infectious disease, for example, the pandemic a few years ago. Therefore a a long range health monitoring process is necessary to reduce the risk of infections from the patient diagnosed with the dangerous and infectious disease.This research uses an IoT-based system for monitoring oxygen saturation levels in the blood, body temperature and heart activity. Implementing Internet of Things into the system, makes it possible to send data read by the SpO2, body temperature and heart activity sensors into the IoT platform used, which is Thingsboard, using MQTT communication protocol. If the values of SpO2 and body temperature received are outside the normal range, it will activate Thingsboard's alarm warnings. Those data will be visualised on the Thingsboard's dashboard that can be accessed using an internet browser or a smartphone's application.

Kata Kunci : Pemantauan, IoT, MQTT, Kesehatan, Monitoring, IoT, MQTT, Health

  1. S1-2025-442381-abstract.pdf  
  2. S1-2025-442381-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-442381-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-442381-title.pdf