Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku aparat birokrasi dalam memberikan pelayanan publik di Kabupaten Bantul :: Studi kasus di Kecamatan Sedayu dan RSD Panembahan Senopati Bantul

MUDIYANA, Drs. Cornelis Lay, MA

2004 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Banyak kasus yang bermunculan di tengah masyarakat ketika kita berbicara tentang pelayanan publik. Masyarakat mengeluh karena sering dihadapkan pada banyaknya ketidak-pastian selesainya sesuatu urusan serta adanya aturan dan prosedur pelayanan publik yang cenderung kompleks. Prosedur pelayanan yang panjang seringkali membuat masyarakat pengguna jasa bertele-tele untuk mengikutinya. Kalaupun masyarakat mengikuti aturan main yang telah ditetapkan tidak sedikit waktu yang dibutuhkan. Hal ini membawa dampak pada buruknya perilaku aparat birokrasi dalam memberikan pelayanan publik, sehingga muncul krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku aparat birokrasi dalam memberikan pelayanan publik yang terkait dengan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 diharapkan ada perubahan pada penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh aparat birokrasi menjadi tansparan dan akuntabel. Aparat birokrasi yang fungsinya sebagai pelayan pada masyarakat sudah harus berorientasi pada pelayanan yang dapat memuaskan dan menempatkan masyarakat pada posisi yang harus dilayani. Dalam rangka memenuhi tuntutan terhadap kebutuhan masyarakat dan menciptakan aparat birokrasi yang mampu melayani masyarakat perlu adanya perubahan terhadap sikap dan mental dari aparat birokrasi yakni mengubah pola pikir dan pola kerja. Perubahan ini harus dimulai dari atasan (pimpinan) unit kerja kemudian kepada seluruh staf/bawahan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian aparat birokrasi yang memberikan pelayanan publik di Kecamatan Sedayu dan Rumah Sakit Dearah Panembahan Senopati Bantul. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, meneliti dokumentasi dan observasi. Dari hasil penelitian bahwa kepemimpinan unit kerja dan motivasi pegawai ada hubungan yang signifikan dalam mempengaruhi perilaku aparat birokrasi. Dengan sikap keteladanan dari pimpinan dan motivasi yang tinggi dari aparat birokrasi menunjukkan adanya perubahan perilaku aparat birokrasi dalam memberikan pelayanan publik pada era Otonomi Daerah yakni pelayanan dilakukan dengan cepat dan sikap humanisme. Selain sikap keteladanan tersebut, langkah kedepan yang harus dilakukan oleh aparat birokrasi (pimpinan) adalah sebagai berikut : 1) mengutamakan kepuasan pelayanan terhadap masyarakat 2) transparan dan tanggungjawab 3) pendelegasian wewenang dan pemberdayaan aparat 4) perhatian pada kesejahteraan sebagai motif yang terus menerus ditingkatkan terutama melalui pemberian tunjangan 5) memelihara kenyamanan dalam melaksanakan tugas, dan 6) melakukan pemantauan terhadap bawahan.

A lot of case popping out in the middle of society when conversing about public service. Society to complain because is often given on to the number of uncertainty finish something business and also existence of order and procedure of public service which tend to complex. Long service procedure often times make society of service user wasting time to follow it. Even so society to follow rule of the game which have been specified by dozens the required time. This matter bring impact at behavioral of bureaucracy apparatus in giving public service, so that emerge belief crisis society to government. Research target to know the factors influencing behavior of bureaucracy apparatus in giving relevant public service with the implementation of Number Law 22 Year 1999 about Local Government. With the application of Number Law 22 Year 1999 expected by there is change of implementation governance conducted by bureaucracy apparatus become transparent and accountable. Bureaucracy apparatus which its function as steward at society have to orient at service which can gratify and place the society on course which must be served. In order to fulfilling demand to society requirement and create the bureaucracy apparatus capable to serve the society need the existence of change to attitude and bounce from bureaucracy apparatus namelyalter the patterned thinking and pattern work. This change have to be started by the from the top (leadership) work unit then to all subordinate staff. This research have the character of descriptive qualitative with the case study approach. Subyek of research of bureaucracy apparatus giving public service in Subdistrict of Sedayu and Hospital of Area of Panembahan Senopati Bantul. As for technique of data collecting in this research is conducted with the interview technique, checking documentation and observation. From research result that leadership work unit and motivate the officer there is relation which significant in influencing behavior of bureaucracy apparatus. With the byword attitude from high motivation and head from bureaucracy apparatus show the existence of behavioral change of bureaucracy apparatus in giving public service there is autonomous era of area namely service conducted swiftly and humanism attitude. Besides the exemplary attitude, step to the fore which must be conducted by bureaucracy apparatus (leader) is the following; 1) majoring service satisfaction to society 2) transparent and responsibility 3) delegation of authority and enableness apparatus 4) attention at prosperity as improved continuous motif especially through subsidy gift 5) looking after freshmen in executing duty, and 6) conducting monitoring to subordinate.

Kata Kunci : Pelayanan Publik,Perilaku Aparat Birokrasi, Leadership work Unit, Officer Motivation, Behavioral of Bureaucracy Apparatus in Giving Public Service


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.