Laporkan Masalah

MEMBONGKAR KONSTRUKSI INTERNALIZED MISOGYNY: ANALISIS WACANA KRITIS FEMINISME MICHELLE LAZAR TERHADAP TREN “DIVINE FEMININE” DI TIKTOK

Rafa Nafisa Widya Putranti, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, SIP, MA

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Persoalan mengenai misogini telah mengontrol perempuan untuk tetap hidup di bawah sistem patriarki yang mengekangnya. Kini, bentuknya tidak hanya termanifestasi oleh diskriminasi yang dilontarkan oleh gender berlawanan, melainkan pula agensinya turut dilakukan oleh sesama perempuan. Hal tersebut dikenal dengan istilah misogini yang terinternalisasi atau internalized misogyny. Sifatnya tidak lagi kasat mata melainkan terangkai dengan halus dalam keseharian, contohnya pada tren media sosial yang lazim dikonsumsi oleh publik.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai konstruksi wacana internalized misogyny dalam konten tren divine feminine di TikTok. Secara rinci, penelitian dilakukan dengan menganalisis tren divine feminine dan turunannya di TikTok sebagai elemen utama analisis. Analisis kemudian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis feminisme milik Lazar berupa aktivisme feminis, struktur ideologis dalam gender, gender dan relasi kuasa, konstruksi atas wacana, serta reflektivitas kritis dalam wacana tren guna memberikan pemahaman atas wacana secara komprehensif, mendalam, dan kritis. Melalui hal tersebut, penelitian menemukan bahwa terdapat konstruksi wacana internalized misogyny dalam tren berupa merendahkan perempuan, ketidakpercayaan dengan perempuan, dan mengagungkan laki-laki. Lebih jauh lagi, penelitian turut mengungkap bahwa konstruksi wacana internalized misogyny dalam tren memiliki hubungan dengan nilai interseksionalitas dan kapitalisasi ruang digital.

The existing problem of misogyny has pushed women to live under the system of patriarchy. Today, the manifestation of misogyny is no longer portrayed through discrimination imposed by the opposite gender. Women themselves are seen to play such an agency in preserving this matter. This phenomenon is known as internalized misogyny. It does not appear visible, but rather expressed subtly in everyday lives such as through social media trends. This research aims to unravel the construction of internalized misogyny discourse in divine feminine trend on TikTok. It is specified to analyze the trend and its derivatives on TikTok as the primary analysis element. The examination of discourse is conducted using a qualitative method. Lazar’s feminist critical discourse analysis which includes feminist analytical activism, gender as ideological structure and practice, complexity of gender and power relations, discourse in the (de)construction of gender, and critical reflexivity as praxis is applied to provide a comprehensive, in-depth, and critical understanding of the discourse. By conducting the research in such a manner, it is found that the divine feminine trend in TikTok constructs a value of internalized misogyny in its practice such as devaluing women, distrust of women, and valuing men over women. Furthermore, it also highlights the intertwined relationship between intersectionality and commodification of  digital content.

Kata Kunci : Internalized misogyny, divine feminine, wacana, tren.

  1. S1-2025-479808-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479808-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479808-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479808-title.pdf