ANALISIS PENGARUH KEKERINGAN PERTANIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN SRAGEN
Dewi Kurniasari, Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Kekeringan merupakan bencana alam yang sering terjadi dan
berdampak luas terhadap sektor pertanian, khususnya di wilayah tropis seperti
Indonesia yang rentan terhadap anomali iklim El-Nino dan La-Nina. Kabupaten
Sragen sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Jawa Tengah memiliki
kontribusi besar terhadap produksi padi dan jagung nasional, namun juga
menghadapi risiko kekeringan yang tinggi. Variabilitas curah hujan dan suhu
permukaan tanah menjadi faktor utama yang mempengaruhi ketersediaan air dan
produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi
kondisi kekeringan meteorologis menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI), (2) Menganalisis kekeringan
pertanian dengan pendekatan Temperature
Vegetation Dryness Index (TVDI), serta (3) Mengetahui dampaknya terhadap
produktivitas padi dan jagung di Kabupaten Sragen selama periode 2013–2022.
Data yang digunakan meliputi curah hujan tahunan CHIRPS,
citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS untuk menghitung Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), TVDI, Land Surface Temperature (LST), serta
data produksi pertanian dari instansi terkait. Metode analisis yang diterapkan
meliputi analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), analisis
temporal untuk mengamati tren tahunan, analisis deskriptif kuantitatif, serta
analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara LST dengan produktivitas
padi dan jagung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika curah hujan di
Kabupaten Sragen dipengaruhi secara signifikan oleh fenomena El-Nino dan
La-Nina, dengan tahun 2015 sebagai periode kekeringan terparah dan tahun 2016
serta 2022 sebagai periode curah hujan tertinggi. Hasil SPI mendukung pola ini
dengan fluktuasi nilai yang menunjukkan kondisi kekeringan maupun kelembapan
ekstrem. Analisis NDVI, TVDI, dan LST menunjukkan bahwa kondisi kekeringan
pertanian tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya curah hujan, tetapi juga
dipengaruhi oleh interaksi antara faktor iklim, vegetasi, kelembapan tanah, dan
sistem irigasi. NDVI mencerminkan respons vegetasi terhadap ketersediaan air,
TVDI mengindikasikan lengas tanah yang fluktuatif, dan LST menunjukkan pola
stres panas yang berdampak terhadap tanaman.
Produktivitas padi dan jagung menunjukkan sensitivitas yang
berbeda terhadap kondisi kekeringan. Padi cenderung menurun produktivitasnya
pada saat kekurangan maupun kelebihan air, sementara jagung menunjukkan
toleransi yang lebih tinggi terhadap kondisi kering. Sistem irigasi yang
memadai, karakteristik tanah, dan strategi adaptasi petani menjadi faktor
penting dalam mempertahankan stabilitas produksi. Nilai LST pengaruhnya
terhadap produktivitas tidak signifikan secara statistik.
Drought is a natural disaster that occurs frequently and has a widespread impact on the agricultural sector, particularly in tropical regions such as Indonesia which is vulnerable to El-Nino and La-Nina climate anomalies. Sragen Recency as one of the main food baskets in Central Java Province contributes significantly to national rice and corn production, but also faces a high risk of drought. Variability in rainfall and soil surface temperature are the primary factors influencing water availability and corn productivity. This study aims to (1) Identify meteorological drought conditions using the Standardized Precipitation Index (SPI) method, (2) Analyze agricultural drought using the Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) approach, and (3) Determine its impact on rice and corn productivity in Sragen Regency during the period 2013 - 2022.
The data used include annual rainfall from CHIRPS, Landsat 8 OLI/TIRS satellite imagery to calculate the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Temperature Dryness Vegetation Index (TVDI), Land Surface Temperature (LST), and agricultural production data from the relevant agencies. The analytical methods applied include spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS), temporal analysis to observe annual trends, quantitative descriptive analysis, and Pearson correlation analysis to determine the relationship between LST and rice and corn productivity.
The research results indicate that rainfall dynamics in Sragen Regency are significantly influenced by El-Nino and La-Nina phenomena with 2015 being the most severe drought period, 2016 and 2022 being the periods with the highest rainfall. The SPI results support this pattern with fluctuation in values indicating conditions of drought and extreme humidity. Analysis of NDVI, TVDI, and LST indicates that agricultural drought conditions are not only caused by reduced rainfall but are also influenced by interactions between climate factors, vegetation, soil moisture, and irrigation systems. NDVI reflects vegetation response to water availability, TVDI indicates fluctuating soil moisture, and LST shows heat stress patterns affecting crops.
Rice and corn productivity exhibit different sensitivities to drought conditions. Rice trends to decrease in productivity during both water shortages and excess water, while corn shows higher tolerance to dry conditions. Adequate irrigation systems, soil characteristics, and farmers adaptation strategies are key factors in maintaining production stability. The influence of LST values on productivity is not statistically significant.
Kata Kunci : Kekeringan Pertanian, NDVI, Produktivitas, TVDI/Agricultural Drought, NDVI, Productivity, TVDI