CORRELATION OF BODY CIRCUMFERENCE WITH T3/T4 RATIO AND TESTOSTERONE LEVELS AFTER BLOOD CLAM SHELL POWDER SUPPLEMENTATION
Venmathii AP Munisamy, drh. Yuda Heru Fibrianto, M.P., Ph.D., Dr. drh. Claude Mona Airin, M.P., Prof. Dr. drh. Asmarani Kusumawati, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lingkar tubuh, rasio T3/T4, dan kadar testosteron sapi setelah 42 hari pemberian suplemen tepung cangkang kerang darah (Anadara granosa). Penelitian menggunakan 7 ekor sapi jantan yang dipelihara di Laboratorium Kampung Ternak Jogja. Suplemen tepung cangkang kerang darah dicampurkan dalam pakan konsentrat dan diberikan selama enam minggu. Sampel darah diambil setiap minggu dari minggu ke- 0 hingga minggu ke-6, sedangkan pengukuran lingkar tubuh dilakukan pada minggu ke-6. Kadar hormon dianalisis menggunakan metode ELISA. Rata-rata rasio T3/T4 pada minggu ke-0 adalah ± 0,303 dan menurun menjadi ± 0,156 pada minggu ke-6, kadar testosteron juga mengalami penurunan, dari rata-rata ± 6,70 ng/ml pada minggu ke-0 menjadi ± 6,13 ng/ml pada minggu ke-6. Lingkar tubuh sapi berkisar antara 166 cm sampai 178 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio T3/T4 memiliki korelasi yang lemah dan tidak signifikan terhadap lingkar tubuh (r = 0,036, p = 0,94). Sebaliknya, kadar testosteron menunjukkan korelasi positif sedang terhadap lingkar tubuh (r = 0,547, p = 0,20), meskipun tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar testosteron memiliki keterkaitan yang lebih erat dengan lingkar tubuh dibandingkan rasio hormon T3/T4, yang mengindikasikan bahwa testosteron mungkin berperan lebih langsung dalam mempengaruhi komposisi tubuh dan pertumbuhan otot pada sapi.
This study aimed to determine the correlation between body circumference, the T3/T4 hormone ratio, and testosterone levels in cattle after 42 days of supplementation with blood clam (Anadara granosa) shell powder. The study involved 7 male cattle reared at the Kampung Ternak Jogja Laboratory. The blood clam shell powder supplement was mixed into concentrate feed and administered for six weeks. Blood samples were collected weekly from week 0 to week 6, while body circumference measurements were taken in week 6. Hormone levels were analyzed using the ELISA method. The average T3/T4 ratio at week 0 was ± 0.303 and decreased to ± 0.156 by week 6. Testosterone levels also showed a decline, from an average of ± 6.70 ng/ml at week 0 to ± 6.13 ng/ml at week 6. The body circumference of the cattle ranged from 166 cm to 178 cm. The results showed that the T3/T4 ratio had a weak and statistically insignificant correlation with body circumference (r = 0.036, p = 0.94). In contrast, testosterone levels showed a moderate positive correlation with body circumference (r = 0.547, p = 0.20), although it was also not statistically significant. Based on these results, it can be concluded that testosterone levels are more closely related to body circumference than the T3/T4 hormone ratio, indicating that testosterone may play a more direct role in influencing body composition and muscle growth in cattle.
Kata Kunci : sapi, testosteron, rasio T3/T4, lingkar tubuh, Anadara granosa